Share

Presiden Ukraina Kesal Tuntut Lebih Banyak Senjata, Pertanyakan Apakah Negara Barat Takut dengan Rusia

Susi Susanti, Okezone · Senin 28 Maret 2022 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 28 18 2568982 presiden-ukraina-kesal-tuntut-lebih-banyak-senjata-pertanyakan-apakah-negara-barat-takut-dengan-rusia-HAf8ixVfXA.jpg Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (Foto: Reuters)

LVIV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, tampak kesal dan menuntut agar negara-negara Barat memberikan sebagian kecil dari perangkat keras militer ke negaranya dan bertanya apakah mereka takut pada Moskow, Rusia.

Beberapa negara telah berjanji untuk mengirim rudal anti-baju besi dan anti-pesawat serta senjata ringan tetapi Zelensky mengatakan Kyiv tidak mendapatkan apa yang dibutuhkannya.

“Ini adalah tank untuk negara kita. Ini adalah pertahanan rudal. Ini adalah senjata anti-kapal. Itulah yang dimiliki mitra kami, itulah yang hanya mengumpulkan debu di sana,” katanya dalam pidato video larut malam yang sekarang menjadi kebiasaannya pada Sabtu (26/3).

"Ini semua tidak hanya untuk kebebasan Ukraina tetapi juga untuk kebebasan Eropa,” lanjutnya.

Baca juga: Rusia Peringatkan Media, Jangan Laporkan Wawancara dengan Presiden Ukraina

Dia mengatakan Ukraina hanya membutuhkan 1 persen pesawat NATO dan 1 persen tanknya. Dia menambahkan bahwa tidak mungkin menghentikan serangan Rusia di pelabuhan selatan Mariupol yang terkepung tanpa cukup tank, kendaraan lapis baja, dan pesawat.

Baca juga: Zelensky Nyatakan Ukraina Siap Menjadi Negara Netral

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

"Kami sudah menunggu 31 hari. Siapa yang bertanggung jawab atas komunitas Euro-Atlantik? Apakah itu benar-benar masih Moskow, karena intimidasi?" terangnya.

Zelensky telah berulang kali berpendapat bahwa Rusia akan berusaha untuk memperluas lebih jauh ke Eropa jika Ukraina jatuh. Namun NATO telah menolak seruannya untuk zona larangan terbang yang akan didirikan di atas Ukraina dengan alasan bahwa ini dapat memicu perang yang lebih luas.

Sebelumnya Zelensky berbicara dengan Presiden Polandia Andrzej Duda dan menyatakan kekecewaannya bahwa pesawat tempur buatan Rusia di Eropa Timur belum dipindahkan ke Ukraina.

Zelenskyy mengatakan Polandia dan Amerika Serikat (AS) telah menyatakan kesiapan mereka untuk membuat keputusan tentang pesawat. Namun Washington menolak tawaran mengejutkan dari Polandia untuk mentransfer jet tempur MiG-29 ke pangkalan AS di Jerman untuk digunakan untuk mengisi kembali angkatan udara Ukraina.

Juru bicara Angkatan Udara Ukraina Kolonel Yuri Ignat mengatakan kepada Reuters bahwa pilot negara itu telah berlatih selama bertahun-tahun dan melakukan latihan bersama dengan pilot AS justru karena Ukraina mengerti bahwa mungkin ada skenario seperti it.

Saat ini Ukraina membutuhkan jet tempur seperti F-15 dan F-16 Amerika untuk melengkapi pesawat MiG-29 dan Sukhoi era Soviet yang sudah tua, untuk mengatasi keunggulan numerik dan teknologi Rusia di udara.

“Kita bertarung dengan peralatan tahun 70-an dan 80-an, mereka bertarung dengan peralatan tahun 2010 dan nanti,” terangnya.

"Kami akan berterima kasih atas peralatan buatan Soviet yang ditawarkan kepada kami oleh negara-negara Eropa Tengah yang masih memilikinya. Tapi itu tidak akan cukup," lanjutnya.

“Kami juga ingin memiliki pesawat Barat, seperti F-15, F-16. Kami tidak meminta apa-apa lagi, seperti F-35,” tambah Ignat, merujuk pada model pesawat tempur AS yang lebih modern.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini