Share

Juru Bicara Kremlin: Rusia Hanya Akan Gunakan Senjata Nuklir Demi Pertahankan Negara, Bukan untuk Perang di Ukraina

Susi Susanti, Okezone · Selasa 29 Maret 2022 17:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 29 18 2569831 juru-bicara-kremlin-rusia-hanya-akan-gunakan-senjata-nuklir-demi-pertahankan-negara-bukan-untuk-perang-di-ukraina-UTUtFAOZ4j.jpg Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov (Foto: Reuters)

RUSIA - Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada PBS Newshour dalam sebuah wawancara pada Senin (28/3), Rusia hanya akan menggunakan senjata nuklir ketika ada ancaman terhadap keberadaan negara itu dan bukan sebagai akibat dari perang yang sedang berlangsung di Ukraina.

“Setiap hasil operasi (di Ukraina), tentu saja, bukan alasan untuk penggunaan senjata nuklir,” terangnya.

“Kami memiliki konsep keamanan yang sangat jelas menyatakan bahwa hanya ketika ada ancaman bagi keberadaan negara, di negara kami, kami dapat menggunakan dan kami benar-benar akan menggunakan senjata nuklir untuk menghilangkan ancaman bagi keberadaan negara kami,” lanjutnya.

Sementara itu, Amerika Serikat (AS) secara resmi menyatakan pekan lalu bahwa pasukan Rusia telah melakukan kejahatan perang di Ukraina. Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag juga telah meluncurkan penyelidikan atas invasi tersebut.

Baca juga: Putin: Ukraina Bisa Miliki Senjata Nuklir dalam Waktu Dekat

Departemen Pertahanan AS juga menetapkan prioritas keamanan negara untuk anggota parlemen dalam Strategi Pertahanan Nasional rahasia pada Senin (28/3), dengan fokus pada ancaman dari China dan Rusia.

Baca juga: 9 Negara Pemilik Senjata Nuklir, Rusia dan Amerika Serikat Kuasai 90 Persen!

Pentagon mengirimkan dokumen itu ke Kongres, dan itu merinci "ancaman multi-domain" dari China, serta "ancaman akut" yang ditimbulkan oleh Rusia, menurut lembar fakta DoD tentang Strategi Pertahanan Nasional (NDS).

NDS disiapkan berkoordinasi dengan Nuclear Posture Review (NPR) dan Missile Defense Review (MDR) untuk menggarisbawahi integrasi di seluruh layanan dan domain.

Prioritas utama DoD adalah pertahanan tanah air, dengan Republik Rakyat China (RRC) dipatok sebagai tantangan mondar-mandir teratas. RRC digambarkan sebagai “pesaing strategis paling berpengaruh,” menurut lembar fakta.

Prioritas utama lainnya untuk departemen tersebut adalah untuk mencegah serangan strategis, mencegah agresi sambil siap untuk berhasil dalam konflik bila diperlukan, dan untuk membangun Pasukan Gabungan yang tangguh.

Menurut lembar fakta, DoD juga akan mengelola ancaman terus-menerus lainnya, seperti Korea Utara, Iran dan organisasi ekstremis kekerasan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini