SEOUL - Rudal jarak jauh yang diluncurkan Korea Utara pekan lalu kemungkinan besar adalah yang sebelumnya diuji coba pada 2017, bukan rudal balistik antarbenua (ICBM) jenis baru seperti yang diklaim Pyongyang, kata militer Korea Selatan.
Rudal yang digunakan dalam uji coba 24 Maret kemungkinan besar adalah versi modifikasi ICBM Hwasong-15, bukan Hwasong-17 yang lebih besar, kata seorang juru bicara militer Korea Selatan kepada VOA, Selasa (29/3/2022).
BACA JUGA: Korut Luncurkan 'Rudal Monster' Jenis Baru, Uji Coba ICBM Pertama Sejak 2017
Meskipun Korea Utara menguji coba rudal yang berukuran lebih kecil, ini mungkin masih mewakili perbaikan teknologinya. Para pejabat Jepang dan Korea Selatan menyatakan rudal itu terbang lebih jauh dan lebih tinggi daripada ICBM yang diluncurkan sebelumnya oleh Korea Utara.
Televisi pemerintah Korea Utara pekan lalu merilis cuplikan rekaman video pemimpin Kim Jong Un yang secara pribadi sedang mengarahkan apa yang diklaimnya sebagai peluncuran terbaru. Video itu mencakup klip-klip gerak lambat dan suntingan mencolok Kim, yang mengenakan jaket kulit hitam dan kaca mata hitam.
Cuplikan rekaman itu segera menjadi viral. Para pemberi komentar di internet menyebut Kim tampak meniru Maverick, tokoh utama dalam film Hollywood produksi tahun 1986, Top Gun.
BACA JUGA: Korut Konfirmasi Uji Coba Hwasong-12, Rudal Berkemampuan Nuklir Terbesar Sejak 2017
Juga hampir sama cepatnya, para pakar pertahanan menunjukkan ketidakkonsistenan dalam video itu, dengan mengatakan cuplikan itu tampaknya berasal dari rekaman uji coba Hwasong-17 pada 16 Maret. Rudal itu meledak tidak lama setelah diluncurkan.
Korea Utara telah merekayasa rekaman uji coba rudal sebelumnya. Negara itu juga mengklaim telah berhasil meluncurkan satelit ke orbit pada berbagai kesempatan sementara pernyataan pihak asing mengisyaratkan satelit-satelit itu jatuh ke lautan.