Pemerintah daerah yang didukung BNPB dan kementerian terkait memiliki waktu tiga hingga empat minggu. Selain itu, kata Suharyanto, Presiden Joko Widodo juga selalu memantau perkembangan pembangunannya.
"Bapak Presiden juga selalu memonitor pelaksanaan pembangunan huntara dan huntap ini," tambahnya dalam rapat koordinasi perkembangan huntap dan huntara pascaerupsi Semeru.
Suharyanto menambahkan, relokasi ini dapat menjadi contoh atau role model, seperti dari sisi kecepatan, penyiapan lahan dan segi apapun. Ini dibuktikan dengan rentang waktu penanganan darurat bencana hingga penyiapan sampai proses pembangunan saat ini.
BNPB mengharapkan sinergi bersama untuk mempercepat penyelesaian huntap dan huntara, termasuk dukungan lembaga-lembaga nonpemerintah atau lembaha swadaya masyarakat (LSM). Suharyanto mengatakan bahwa para lembaga itu membantu secara sukarela dan bekerja keras untuk membangun huntara.
Di sisi lain, sambung Suharyanto, apabila ada kendala di lapangan yang dihadapi dapat dikoordinasikan dengan BNPB maupun pemerintah daerah. Dia mencontohkan, prediksi awal membangun huntara itu mungkin harganya akan berbeda karena faktor cuaca hujan, jaraknya jauh, tenaga kerja, atau harga material. Tercatat 55 lembaga nonpemerintah telah menyelesaikan pembangunan unit huntara.