Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sabda Palon dan Naya Genggong 'Melihat' Istana Majapahit Terbakar Habis dan Diterjang Badai Besar!

Aulia Oktavia Rengganis , Jurnalis-Sabtu, 02 April 2022 |06:09 WIB
Sabda Palon dan Naya Genggong 'Melihat' Istana Majapahit Terbakar Habis dan Diterjang Badai Besar!
Ilustrasi Kerajaan Majapahit (Foto: Ist/Sindonews)
A
A
A

SABDA Palon dan Naya Genggong merupakan penasihat Keraton Majapahit sekaligus sebagai abdi kinasih dan penasihat spiritual Sang Prabu Brawijaya V.

Pada suatu hari, mereka mendapatkan suatu wisik atau wahyu yang tidak mengenakkan. Ini adalah menyangkut 'mimpi buruk' yang sama sekali tidak mereka inginkan, yakni kehancuran Kerajaan Majapahit. Lantas, mereka langsung menghadap Baginda Raja di istana dalam untuk menceritakan hal tersebut.

"Gusti Prabu, sesungguhnya ini berkaitan dengan wisik yang hamba terima kemarin malam! Dalam semadi hamba, hamba melihat istana Majapahit terbakar api menyala-nyala hingga habis. Ludes tak tersisa sedikit pun!" ujar Sabda Palon melaporkan.

Baca Juga:  Saran Sabda Palon dan Naya Genggong Sikapi Ancaman Kehancuran Kerajaan Majapahit

Sementara itu, Naya Genggong juga melaporkan wisik yang ia terima bahwa istana Majapahit akan diterjang badai besar.

"Demikian pula dengan semadi yang hamba lakukan kemarin malam, Sinuwun!" Naya Genggong menambahkan, "Hamba pun melihat suasana istana Majapahit kacau-balau karena diterjang badai besar! Jelas bahwa hal ini mengisyaratkan suatu pertanda buruk terhadap istana Majapahit, terutama terhadap kedudukan Paduka sebagai Raja-binathara! Oleh karena itu, Paduka harus berhati-hati, jangan sampai lengah pun, Gusti Prabu!"

Baca Juga: Reog di Ponorogo, Kritikan Terhadap Permaisuri Majapahit yang Diilustrasikan Burung Merak

Sang Prabu Kertabhumi merasa sedih begitu mendengarkan penuturan dua orang abdinya. "Jika benar apa yang kalian lihat dalam semadi kalian, kita mesti memperbanyak prihatin dan tirakat! Memang hal itu merupakan suatu pertanda buruk terhadap kejayaan Majapahit!" ujar Prabu Brawijaya V menanggapi penuturan dua orang abdinya.

Dalam suasana malam yang kebanyakan rakyatnya sudah tertidur pulas, Prabu Brawijaya V nampak berbincang serius dengan dua orang abdinya.

Tiba-tiba Sang Baginda Raja teringat terhadap musim paceklik yang belum lama terjadi di Majapahit yang berbarengan dengan kebobrokan moral yang dilakukan oleh para nayaka praja serta putra-putri kaum bangsawan Majapahit.

Untungnya keadaan itu dapat diatasi, terutama setelah kedatangan Raden Rahmat, putra Syaikh Ibrahim Asmarakandi dengan putri Raja Cempa Dewi Chandrawulan.

Sumber: Buku Brawijaya Moksa Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement