Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengintip Pesantren Tuna Netra di Bandung, Hafidz 30 Juz dengan Alquran Braille

Ervand David , Jurnalis-Minggu, 03 April 2022 |10:01 WIB
Mengintip Pesantren Tuna Netra di Bandung, Hafidz 30 Juz dengan Alquran Braille
Pesantren tuna netra/Foto: MNC Media
A
A
A

BANDUNG- Sebuah pondok pesantren di Kawasan Jalan Pasir Honje, Kecamatan Cimenyan, Bandung, mewajibkan para santriawan dan santriwati disabilitas tuna netra untuk tahfidz quran di Ramadan tahun ini.

 (Baca juga: Cerita Penyandang Disabilitas Tuna Netra Lolos CPNS di Bogor dengan Nilai Terbaik)

Selain pembekalan ilmu agama, para santri tuna netra tersebut juga di bekali ilmu pendidikan komputer, agar dapat bersaing di dalam dunia kerja.

Pantuan di lokasi, suara merdu lantunan ayat suci alquran, setiap harinya terdengar di Pondok Pesantren Sam'an. Ponpes yang baru berdiri sejak empat tahun lalu ini, diisi oleh kaum disabilitas.

 (Baca juga: Istiqomah Menghafal, Fathiyyah Bocah 9 Tahun Ini Tahfidz Al-Qur'an 7 Juz)

Di bulan suci ramadan ini, pihak Ponpes Sam'an mengharuskan seluruh santri untuk menyetorkan ayat suci alquran kepada para tenaga pengajar. Salah satunya Amin Rasyid, tuna netra asal Tasikmalaya ini. Bahkan dia sudah hafidz tiga puluh juz dengan alquran braille dalam kurun waktu dua tahun.

Semangat ini dirinya bawa untuk membanggakan kedua orang tuanya, serta menunjukan bahwa kaum tuna netra mampu menjadi seorang tahfidz.

“ Insya Allah saya murojaah, kembali mengulang hapalan yang kurang lancar di bulan Ramadan ini. Mungkin bisa seperti guru yang mengajarkan kembali Alquran Braille,” ujar Amin Rasyid, santriawan tuna netra tahfidz quran.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement