GROBOGAN - Jeruji besi terkadang menjadi salah satu alternatif untuk mengembalikan narapidana ke jalan yang benar. Seperti kisah salah satu narapidana di Lapas Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah yang harus menjalani hukuman selama 15 tahun penjara karena terjerat kasus narkoba. Selama sembilan tahun di dalam penjara ia terus mencari jati diri, yang awalnya tidak mengenal Tuhan, kini telah berubah total menjadi seorang muslim yang taat.
Lembaga pemasyarakatan terkadang menjadi sebuah imej yang menyeramkan oleh masyarakat umum karena menjadi tempat berkumpulnya para narapidana dari berbagai macam kasus. Namun di Lapas Purwodadi, justru menjadi sebuah tempat yang menyejukkan dan menjadi tempat para napi untuk insyaf dan taubat, kembali ke jalan Allah.
Pasalnya, lapas justru dijadikan sebuah pondok pesantren bagi para narapidana untuk menimba ilmu agama dan kesan seram tidak lagi terlihat/
Dengan bantuan para ulama dan ustadz, baik dari dalam lapas maupun dari luar, para napi dibimbing dan dibina untuk menjadi seorang muslim yang taat kepada Allah dengan berbagai macam kegiatan keagamaan.
“Kegiatan keagamaan tersebut di antaranya belajar sholat, mengaji dan belajar untuk saling peduli dan tolong menolong antar napi,” ucap Pembimbing Kerohanian Lapas Purwodadi Mela Windarto, Selasa (5/4/2022).
Mela mengaku teknik untuk menyadarkan para napi adalah dengan cara pendekatan secara humanis dan dirangkul layaknya saudara bukan sebagai narapidana. Sehingga suasana keakraban baik antar napi dan petugas lapas bisa terjalin dengan harmonis//
Dengan merangkul beberapa pondok pesantren, ustadz dan kiai dari luar lapas danpembimbing kerohanian Lapas Purwodadi berusaha mengembangkan kegiatan kerohanian di Pondok Pesantren Daarut Taubah Lapas Purwodadi. Hal itu agar seluruh napi muslim menjadi santri yang taat dan kelak bermanfaat di masyarakat.
“Proses penyadaran para napi ini pun sempat mengalami kendala karena mayoritas napi tidak pernah mengenal Tuhan sehingga tidak tahu sama sekali tata cara sholat dan membaca Alquran,” ucap Mela.
Momen bulan Ramadan ini tidak disia-siakan oleh Pondok Pesantren Daarul Taubah untuk meningkatkan kegiatan dan gemblengan agama para santri. Mulai dari Sholat Subuh hingga sahur. Para santri disibukkan dengan aktivitas yang berkaitan dengan kerohanian.
Haerudin (43), napi narkoba asal Bogor, Jawa Barat kini terlihat menjadi seorang muslim yang taat dan selalu menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah. Dia telah menjalani masa tahanan selama sembilan tahun dari vonis yang dijatuhkan yakni 15 tahun penjara.