Setahun berlalu, Sasa kembali menghebohkan jagat maya lewat iklan bertajuk #SasainWonderland dan #Sasatotheworld yang terpampang di Times Square New York. Kampanye ‘Sasa to the World’ ini dinilai sukses besar di tengah situasi pandemi Covid-19 yang justru terbilang menjadi masa-masa menyulitkan bagi beragam lini usaha.
Sasa pun berhasil menggelar berbagai kolaborasi dengan merek-merek lokal yang menjadi representasi anak muda. Bahkan, pihaknya turut menggandeng salah satu personil boyband Super Junior asal Korea Selatan, yaitu Choi Siwon sebagai brand ambassador Sasa Melezatkan dalam ‘Magical Touch of Sasa’ menjadi ‘The Wizard Chef’.
“Kami percaya kolaborasi dengan Siwon akan membantu mengenalkan produk-produk Sasa yang asli Indonesia tidak hanya kepada generasi muda Indonesia, tetapi juga generasi muda di seluruh dunia. Kami ingin menjadi merek yang selalu dekat dengan konsumen dengan cara memahami apa yang menjadi minat, perhatian, dan kebutuhan mereka,” tuturnya.
Rudolf mengaku, hingga saat ini dirinya terus berusaha mengembangkan segmen pasar Milenial dan Gen Z, salah satunya dengan menerapkan omnichannel marketing dengan mengintegrasikan penjualan offline dan online, baik melalui media konvensional dan digital.
Khusus untuk segmen pasar yang satu ini, Rudolf mengaku tengah gencar membangun awareness dan engagement melalui kanal-kanal digital, seperti media sosial, platform over-the-top (OTT), dan lain-lain. Perusahaan tersebut juga mengembangkan sayapnya ke berbagai kanal digital, seperti e-commerce dengan toko resmi di marketplace maupun SasaNutrition Store.
Tak berhenti di sana, sosok yang memimpin 2.270 karyawan ini mengaku menerapkan konsep Leaderful Organization, yaitu menyebarnya peran-peran pemimpin di seluruh lini perusahaan dan tidak tergantung hanya pada satu atau dua pemimpin.
“Sasa Happy Family diberi kesempatan untuk berpartisipasi dan mempunyai pengaruh dalam hasil pekerjaannya. Kunci keberhasilannya terletak pada concurrent, collective, collaborative, dan compassionate,” tutur Rudolf.