Hal ini karena menurutnya, kesuksesan perusahaan juga terletak pada tim yang andal. Anggapan Rudolf tersebut nyatanya buka isapan jempol semata. Pada 2019, Index Employee Engagement Survey yang dilakukan bersama Mercer terhadap Sasa menunjukkan persentase 90 persen, kemudian meningkat menjadi 93 persen pada 2020.
Menurut Mercer, Sasa memiliki nilai +10 dibanding industri di Indonesia dan +12 di industri consumer products. Tak hanya itu, Sasa bahkan dinobatkan menjadi The Best Companies to Work For in Asia 2021 oleh HRAsia pada 2021.
“Saya percaya karyawan yang sehat, bahagia, dan berkembang akan memberikan kontribusi terbaiknya bagi perusahaan. Moto hidup saya adalah what goes around, comes around. Saat kita memberikan yang terbaik ke karyawan dan konsumen, maka perusahaan akan terus tumbuh,” katanya.
Sederet prestasi Sasa tersebut mengantarkan Rudolf untuk terus meraih pencapaian yang lebih besar lagi, termasuk di antaranya dengan mengembangkan pasar global.
Sasa juga berinvestasi besar dalam membangun awareness dan loyalitas konsumen di pasar global utama, seperti Arab Saudi, Australia, Asia Tenggara, dan kawasan Afrika Timur. Kali ini, prioritas penetrasi produk Sasa meliputi tepung bumbu, kaldu, saus sambal, serta MSG.
“Sasa secara konsisten sukses tumbuh jauh lebih cepat dari pasar, di saat bersamaan, Sasa juga menjadi key driver dalam pertumbuhan pasar,” ucap Rudolf.
CM
(Fitria Dwi Astuti )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.