JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada Selasa (5/4) bahwa pihaknya akan memasok ribuan dosis obat antiretroviral ke Ukraina untuk memenuhi kebutuhan pasien HIV di negara itu selama 12 bulan ke depan.
WHO, bersama dengan Rencana Darurat Presiden Amerika Serikat untuk Bantuan AIDS (PEPFAR), pihak berwenang Ukraina dan mitra lainnya, telah membeli 209.000 paket obat antiretroviral generik TLD.
"Perang ini berpotensi merusak kemajuan yang diperoleh dengan susah payah beberapa tahun terakhir pada sejumlah masalah kesehatan, termasuk HIV. Kami tidak bisa membiarkan itu terjadi ketika Ukraina mulai mengubah sudut pandang terhadap HIV," terang Direktur Regional WHO untuk Eropa Hans kata Henri P. Kluge.
Baca juga: Pasien HIV Boleh Dapat Vaksin Covid-19, Ini Syaratnya
WHO mengatakan gelombang pertama obat HIV telah melintasi perbatasan Polandia ke Ukraina dan akan diangkut ke fasilitas layanan HIV di seluruh negeri.
Baca juga: Peneliti Selidiki Kasus Pasien HIV yang Sembuh Tanpa Obat
Ukraina memiliki sekitar 260.000 orang yang hidup dengan HIV, jumlah terbesar kedua di Eropa setelah Rusia, dan sebelum invasi Moskow sekitar setengah dari mereka menggunakan pengobatan antiretroviral.
Bulan lalu, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk HIV/AIDS memperingatkan bahwa Ukraina memiliki persediaan obat untuk pasien HIV kurang dari sebulan.
Meskipun tidak ada obat untuk HIV, obat antiretroviral dapat mengendalikan virus dan mencegah penularan seksual ke orang lain. Setiap gangguan dalam pengobatan dapat menyebabkan komplikasi termasuk resistensi obat.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.