JAKARTA – Kota Severodonetsk di Ukraina timur menghadapi serangan dahsyat dari pasukan Rusia yang melancarkan sejumlah pengeboman. Serangan militer Rusia itu membuat warga Severodonetsk mencari perlindungan di ruang tanah.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky sebelumnya telah meminta penduduk Severodonetsk untuk mengungsi mengantisipasi serangan dari pasukan Rusia. Namun, penduduk kota memilih berlindung di ruang bawah tanah dari pada melarikan diri dan mengungsi.
Pada Rabu (6/4/2022) polisi Ukraina menggeledah sekolah dan bangunan-bangunan di Severodonetsk, mencari warga untuk dievakuasi. Tetapi upaya polisi Ukraina menghadapi penolakan dari penduduk yang tetap menolak dievakuasi.
Penduduk Severodonetsk menolak dievakuasi karena mereka tidak percaya pada polisi dan tidak ingin dibiarkan miskin di kota lain. Mereka juga tidak memiliki informasi tentang situasi yang terjadi di wilayah yang dijadikan tujuan evakuasi.
Awal bulan ini Rusia menarik pasukannya dari wilayah sekitar ibu kota Kiev dan memusatkan perhatian ke Ukraina timur, wilayah Donbass yang menjadi jantung industri Ukraina.
Perang yang dilancarkan Rusia di Ukraina telah berlangsung selama lebih dari sebulan sejak dilancarkan Presiden Vladimir Putin pada 24 Februari.
Rusia mengatakan bahwa tujuan perang itu adalah melakukan demiliterisasi terhadap Ukraina dan membebaskan pemerintahan negara itu dari pengaruh kaum Neo Nazi. Sementara itu Ukraina dan sekutu Baratnya menuding aksi militer Rusia sebagai invasi tanpa alasan.
(dka)
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.