Share

3 Terduga Pelaku Aborsi Ditangkap, Oknum ASN RSUD Terlibat

Demon Fajri, Okezone · Jum'at 08 April 2022 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 08 340 2575566 3-terduga-pelaku-aborsi-ditangkap-oknum-asn-rsud-terlibat-s0EM0UrplQ.jpg Polisi tangkap terduga pelaku aborsi (Foto : MPI)

BENGKULU - Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kepahiang, Polda Bengkulu, menangkap tiga terduga pelaku dalam dugaan tindak pidana aborsi.

Dugaan aborsi itu menyebabkan EA perempuan berusia 23 tahun, meninggal dunia, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepahiang, Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu.

Dalam perkara tersebut menyeret tiga terduga pelaku, dua orang pria dan satu perempuan. Mereka berinisial AN (27), oknum pegawai BUMN, di Kabupaten Kepahiang.

Lalu, RY (27) yang merupakan mahasiswa, dan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di RSUD Kepahiang, berjenis kelamin perempuan, berinisial DE (36).

Terungkapnya perkara aborsi yang menyebabkan EA meninggal dunia setelah adanya laporan dari pihak keluarga.

Usai mendapatkan laporan pihak keluarga, petugas langsung meringkus ketiga terduga pelaku. Di mana korban yang dalam keadaan hamil 11 minggu, meninggal dunia setelah mengkonsumsi obat penggugur kandungan.

Kapolres Kepahiang, Polda Bengkulu, AKBP. Suparman melalui Kasat Reskrim Polres Kepahiang Iptu Doni Juniansyah mengatakan, terduga pelaku berinisial AN merupakan kekasih dari korban, EA.

Di mana korban bersama kekasihnya AN, menggugurkan kandungan dengan menelan pil penggugur kandungan. Pil itu didapat menggunakan resep dokter palsu yang dibuat DE, oknum ASN, RSUD Kepahiang, dan RY membeli pil itu ke apotek.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Ketiga terduga pelaku, kata Doni, dijerat Pasal 194 Undang-Undang RI Nomor 36 tahun 2009, Tentang kesehatan Jo Pasal 55 KUHPidana atau Pasal 56 KUHPidana atau Pasal 196 UU RI Nomor 36 tahun 2009, Tentang kesehatan Jo Pasal 55 KUHPidana atau Pasal 56 KUHPidana dengan ancaman hukuman 10 tahun dan denda paling banyak Rp.1.000.000.000

"Terduga pelaku aborsi satu orang oknum pegawai BUMN, yang merupakan pacar korban, DE oknum ASN di RSUD Kepahiang dan RY. Mereka telah diamankan di Mapolres Kepahiang," kata Doni, Jumat (8/4/2022).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini