Share

Seorang IRT Tewas Terpeleset Tenggelam Masuk Kolam Bekas Galian Batu

Dharmawan Hadi, iNews · Minggu 10 April 2022 17:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 10 525 2576477 seorang-irt-tewas-terpeleset-tenggelam-masuk-kolam-bekas-galian-batu-GGnK4SdNUi.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

SUKABUMI - Kolam bekas lahan galian batu memakan korban jiwa, seorang ibu rumah tangga bernama Ana (45) warga Kampung Dangdeur RT 007/010, Kelurahan Surade, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, ditemukan tewas tenggelam di kolam bekas galian batu pada Minggu (10/4/2022) sekira pukul 05.30 WIB.

Kapolsek Surade, AKP Asep Sundana mengatakan bahwa korban ditemukan oleh warga yang bermaksud akan mengambil air di kolam untuk memberi minum hewan peliharaannya. Namun sesampainya di kolam, ia malah melihat sesosok mayat yang sudah mengambang terlentang.

"Wargapun kaget kemudian berlari memberitahukan penemuan mayat tersebut kepada warga lainnya. Lalu salah satu warga melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian," ujar Asep kepada MNC Portal Indonesia.

Lebih lanjut Asep mengatakan bahwa korban merupakan buruh tani dan biasa beraktivitas pada pagi hari mulai pukul 05.00 WIB, selanjutnya lokasi tempat kejadian korban tenggelam adalah merupakan akses jalan korban menuju ke tempat kerjanya di kebun.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Sementara itu Kasi Humas Polres Sukabumi, Ipda Aah Saepul Rohman mengatakan bahwa berdasarkan keterangan dari beberapa warga sekitar, bahwa korban semasa hidupnya sering mengeluhkan rasa pusing dan mempunyai gangguan penglihatan pada matanya yang sudah mulai buram atau tidak jelas.

"Untuk suasana di TKP, dimana kolam bekas galian batu tersebut, pada pukul 05.00 WIB kondisinya masih gelap, karena, tidak ada pencahayaan. Dugaan korban saat melintasi jalur tersebut, terpeleset hingga tercebut ke dalam kolam itu," ujar Aah.

Penanganan selanjutnya, lanjut Aah, korban sudah dievakuasi dan saat ini sudah dikebumikan oleh pihak keluarga. Sebelumnya keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi serta menganggap kejadian itu sebagai suatu musibah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini