Share

AS Kirimkan Kapal Induk ke Semenanjung Korea di Tengah Ketegangan dengan Korut

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 12 April 2022 18:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 12 18 2577886 as-kirimkan-kapal-induk-ke-semenanjung-korea-di-tengah-ketegangan-dengan-korut-BCrZNITQbq.jpg USS Abraham Lincoln. (Foto: Reuters)

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi bahwa kelompok serang kapal induk USS Abraham Lincoln telah beroperasi di perairan lepas semenanjung Korea setelah media Korea Selatan melaporkan kapal-kapal itu dikerahkan di tengah ketegangan terkait uji coba rudal Korea Utara.

Pejabat AS mengatakan kelompok serang itu berada di Laut Jepang, yang juga dikenal sebagai Laut Timur, untuk latihan dengan pasukan Jepang guna meyakinkan sekutu dan mitra Washington di wilayah tersebut. Langkah itu dilakukan ketika para pejabat AS semakin khawatir bahwa Korea Utara dapat melakukan uji coba nuklir bawah tanah dalam beberapa hari mendatang.

Diwartakan Reuters, Ini adalah pertama kalinya sejak 2017 sebuah grup kapal induk telah dikerahkan ke perairan antara Korea Selatan dan Jepang. Pada 2017 USS Ronald Reagan, Theodore Roosevelt dan Nimitz, dan kelompok serang multi-kapal, dikerahkan dalam unjuk kekuatan atas uji coba rudal dan senjata nuklir Korea Utara.

BACA JUGA: AS Kirimkan Kapal Perang Ketiga ke Semenanjung Korea

Kantor berita Korea Selatan Yonhap mengutip sumber informasi yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan USS Abraham Lincoln akan beroperasi di daerah itu selama tiga sampai lima hari.

Menanggapi laporan media Korea Selatan, pada Senin (11/4/2022), juru bicara Pasukan AS Korea (USFK) mengatakan mereka tidak akan mengomentari latihan yang direncanakan atau sedang berlangsung.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Penasihat presiden terpilih Korea Selatan meminta pemindahan aset strategis AS, seperti kapal induk, pembom nuklir, dan kapal selam, ke semenanjung Korea selama pembicaraan yang diadakan dalam kunjungan ke Washington pekan lalu.

Kementerian pertahanan Korea Selatan mengatakan mengetahui bahwa kelompok kapal induk itu berada di perairan internasional tetapi menolak untuk mengomentari laporan tersebut, karena itu adalah aset militer AS.

Korea Utara sebelumnya mengkritik latihan militer AS, menyebutnya sebagai latihan perang. Pyongyang mengatakan bahwa latihan semacam itu meningkatkan ketegangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini