Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketahuan Beli 35 Ribu Dosis Pil Viagra, Pemerintah Brasil Diminta Beri Penjelasan

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 13 April 2022 |14:05 WIB
Ketahuan Beli 35 Ribu Dosis Pil Viagra, Pemerintah Brasil Diminta Beri Penjelasan
Foto: Reuters.
A
A
A

BRASILIA – Pihak oposisi mengkritik Presiden Brasil Jair Bolsonaro setelah muncul laporan pada Senin (11/4/2022) bahwa pemerintahnya telah menyetujui pembelian lebih dari 35.320 dosis obat disfungsi ereksi Viagra generik untuk angkatan bersenjata negara itu.

BACA JUGA: Kutuk Serangan Rusia ke Ukraina, Wapres Brasil Dimarahi Bolsonaro

Presiden Partai Buruh Gleisi Hoffman mengutuk pembelian yang disebutnya sebagai “pemborosan kriminal” itu, sementara calon presiden Ciro Gomes menyebut pembelian itu "sulit untuk dibenarkan" dan "absurditas". Gomes bahkan mengecam Bolsonaro dengan menambahkan bahwa bukan suatu kebetulan pembelanjaan itu terjadi selama masa kepresidenan Bolsonaro, yang dituduhnya “mempemalukan seragam (militer)”.

Menggunakan portal transparansi dan panel harga pemerintah, deputi federal Elias Vaz dari Partai Sosialis Brasil telah menemukan delapan pembelian sildenafil yang berbeda, nama generik untuk obat disfungsi ereksi yang dipasarkan raksasa farmasi Amerika Serikat (AS) Pfizer sebagai Viagra.

Vaz mengklaim pemerintah Brasil membayar harga di atas pasar untuk pil, yang sebagian besar disalurkan ke angkatan laut. Para pelaut mendapatkan 28.300 dari pil biru kecil itu, dengan tentara mendapatkan 5.000 dan angkatan udara 2.000 sisanya, menurut temuannya.

BACA JUGA: Jadi Bintang Situs Dewasa, Wanita Ini Rela Berhenti dari Pilot Jet Tempur Angkatan Udara

“Fasilitas kesehatan di seluruh negeri sering menghadapi kekurangan obat untuk mengobati pasien dengan penyakit kronis, seperti insulin, dan Angkatan Bersenjata menerima ribuan pil Viagra. Masyarakat layak mendapat penjelasan,” kata Vaz dalam sebuah pernyataan yang dilansir RT.

“Uang publik, yang keluar dari kantong kita semua orang Brasil, harus digunakan untuk melayani kepentingan publik,” kata Deputi Federal Marcelo Freixo, yang juga seorang Sosialis, seraya menambahkan bahwa dia akan meminta jaksa penuntut umum Brasil untuk membuka penyelidikan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement