Share

Kutuk Serangan Rusia ke Ukraina, Wapres Brasil Dimarahi Bolsonaro

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 25 Februari 2022 11:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 25 18 2552893 kutuk-serangan-rusia-ke-ukraina-wapres-brasil-dimarahi-bolsonaro-aSOwyAxacC.JPG Presiden Brasil Jair Bolsonaro. (Foto: Reuters)

BRASILIA - Presiden Brasil Jair Bolsonaro pada Kamis (24/2/2022) memarahi Wakil Presidennya Hamilton Mourao karena mengutuk invasi Rusia ke Ukraina. Bolsonaro mengatakan bahwa bukan tugas Mourao untuk berbicara tentang krisis di Eropa timur 

Bolsonaro, yang baru-baru ini bertemu dengan Presiden Vladimir Putin di Moskow dan mengatakan pemimpin Rusia itu memiliki niat damai, tidak mengomentari invasi pada Kamis. Dia hanya mengunggah komentar di Twitter, menyatakan kekhawatirannya tentang pelindungan warga Brasil di Ukraina. 

Dalam sebuah komentar kepada wartawan, Mourao mengutuk invasi tersebut, mengatakan bahwa dalam pandangannya sanksi ekonomi mungkin tidak cukup dan Barat mungkin perlu menggunakan kekuatan.

Komentarnya melampaui pernyataan Kementerian Luar Negeri Brasil yang mengungkapkan keprihatinan tentang operasi militer Rusia dan mendesak solusi diplomatik.

Berbicara kemudian kepada para pendukungnya melalui siaran web langsung, Bolsonaro mengatakan hanya dia, presiden, yang dapat berbicara tentang krisis Rusia-Ukraina, dan bahwa itu bukan urusan Mourao.

Bersama Menteri Luar Negeri Brasil Carlos Franca yang turut hadir, Bolsonaro mengatakan pemerintahnya belum menilai dimensi krisis dan memutuskan posisi apa yang akan diambil.

"Kami bepergian dengan damai ke Rusia. Kami bergantung pada impor pupuk. Kami menginginkan perdamaian," kata Bolsonaro sebagaimana dilansir Reuters.

Franca mengatakan Brasil sedang menyusun rencana untuk mengevakuasi sekira 500 warganya yang berada di Ukraina dan telah mendapat permintaan dari Argentina dan Ekuador untuk menerbangkan warga negara mereka, termasuk 750 warga Ekuador di Ukraina.

Sebelumnya, pada Kamis, Franca menerima telepon dari Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss. Dalam pembicaraan itu keduanya sepakat tentang pentingnya menemukan solusi diplomatik untuk krisis di Ukraina dan "membuat pertahanan yang kuat terhadap kedaulatan, integritas teritorial negara dan penyelesaian sengketa secara damai," demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri Brasil.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini