Share

China Salahkan AS Atas Pecahnya Perang Rusia-Ukraina

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 25 Februari 2022 09:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 25 18 2552850 china-salahkan-as-atas-pecahnya-perang-rusia-ukraina-GpuGvTGSrw.JPG Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying berbicara dalam konferensi pers di Beijing, 24 Februari 2022. (Foto: Reuters)

BEIJING - China menyalahkan Amerika Serikat (AS) atas konflik yang saat ini pecah di Ukraina, menyebut Washington menciptakan ketegangan yang menyebabkan pada Kamis (24/2/2022) melancarkan serangan ke negara tetangganya tersebut. Lebih lanjut Beijing meminta masyarakat internasional untuk menghindari "kepanikan" atas situasi tersebut.

Selama konferensi pers, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying menyebut AS sebagai “pelaku utama”, yang memegang peran kunci dalam menciptakan ketegangan yang terjadi saat ini.

BACA JUGA: Perang Rusia-Ukraina, 137 Orang Meninggal dan 316 Terluka 

“Jika seseorang terus menuangkan minyak ke api sambil menuduh orang lain tidak melakukan yang terbaik untuk memadamkan api, perilaku seperti itu jelas tidak bertanggung jawab dan tidak bermoral,” kata Hua sebagaimana dilansir RT. Dia menambahkan bahwa China menolak "tindakan apa pun yang memicu perang”.

Juru bicara itu juga menuduh AS telah bersikap munafik, menanyakan apakah Washington telah menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Irak dan Afghanistan, saat melakukan invasi ke dua negara tersebut. Dia meminta AS untuk “menanggapi pertanyaan ini dengan serius dan meninggalkan standar ganda”.

Menggambarkan peristiwa yang sedang berlangsung di Ukraina sebagai isu yang "kompleks", Chunying menegaskan bahwa Beijing tidak memberikan dukungan militer ke Rusia, dan mengatakan China tidak "mengambl ke kesimpulan apa pun" atas situasi tersebut.

Dia meminta semua pihak untuk “bekerja untuk perdamaian alih-alih meningkatkan ketegangan” atau “memicu kepanikan.”

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Sebagaimana diberitakan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis melancarkan serangan militer ke Ukraina, yang menurutnya ditujukan untuk demiliterisasi dan "denazifikasi" negara itu. Putin menuduh Barat membanjiri Ukraina dengan persenjataan canggih dan meningkatkan kehadiran NATO di negara itu.

Putin juga beralasan bahwa “operasi khusus” Rusia diperlukan untuk melindungi Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk, yang telah diakui Moskow sebagai negara berdaulat.

Tindakan militer Rusia telah memicu kecaman internasional dan ancaman sanksi baru berskala besar. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan pada Kamis bahwa Kiev telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Moskow.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini