"Pak, kami merasa bahagia karena rakyat kita memuliakan Bapak, tapi dalam hal ini kami masih ragu apakah wajar kalau gambar Presiden kita digantungkan di dinding rumah pelacuran."
"Apa yang harus kami kerjakan ? Apakah akan kami pindahkan gambar Bapak dari dinding-dinding itu ?"
"Tidak," jawab Bung Karno.
"Biarkanlah aku di sana. Biarkan mataku yang tua dan letih itu memandangnya!
"Tidak seorang pun dalam peradaban modern ini yang menimbulkan demikian banyak perasaan pro dan kontra seperti Sukarno. Aku dikutuk seperti bandit dan dipuja bagai Dewa,"
_Cerita ini dilansir dari Buku Penyambung Lidah Rakyat, karya Cindy Adams_
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.