Dari hasil pantauannya juga didapati minyak goreng masih fluktuatif dari aspek harga. Sedangkan dalam hal stok, kebutuhan minyak goreng tercukupi. "Minyak goreng agak sedikit berkontraksi dari sisi harga, karena ada naik-turun, terutama minyak goreng curah. Tapi dari sisi stok aman," ucapnya.
Ia meminta kepada semua distributor untuk memasok 12 bahan pangan pokok rakyat ini, utamanya 12 bahan pangan pokok secara tepat waktu agar tak terjadi kepanikan di pasar yang menyebabkan harga fluktuatif.
"Kita minta kepada distributor agar semua kebutuhan pokok masyarakat khususnya 12 bahan pangan pokok itu terus didekatkan ke masyarakat/pasar, supaya masyarakat bisa menjangkaunya dengan baik," katanya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara M. Azhar Harahap tak menampik jika terjadi perbedaan harga terhadap minyak goreng curah di pasaran. "Ada perbedaan harga dengan selisih Rp1.000-2.000/liter. Kami akan coba intervensi hingga harga stabil," tuturnya.

Azhar melanjutkan, dari sisi stok kebutuhan 12 bahan pangan pokok di lapangan, seluruhnya tersedia dengan cukup hingga bulan Juni. "Sampai tiga bulan ke depan ketersediaan pangan cukup untuk Sumatera Utara. Jadi tidak usah khawatir. Kapan saja kita bisa keluarkan sampai bulan Juni," ucapnya.