TAK banyak yang mengungkapkan bahwa RA Kartini adalah sosok perempuan Jawa yang bukan hanya haus ilmu pengetahuan secara umum namun ia juga haus akan ilmu agama Islam.
Sebagai Muslim, Kartini merasa belajar mengajinya tidak sempurna jika tidak dibarengi dengan belajar terjemahan Al-Qur'an.
Hasrat kuat Kartini mengungkap arti ayat-ayat dalam Al-Qur'an, terungkap melalui perkataannya kepada sang sahabat Stella Zeehandelaar, yang terdapat dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang,
"Manakah boleh aku cinta akan agamaku kalau aku tiada kenal, tiada boleh aku mengenalnya,".
Selain itu, otak cerdas dan pemikiran kritis Kartini, salah satunya karena ia hobi sekali membaca.
Kartini selain berlangganan majalah, ia juga banyak melahap koran lokal terbitan Semarang yang bernama De Locomotief dan diasuh oleh Pieter Brooshooft.
Buku-buku bahasa Belanda karya penulis Belanda, Van Eeden lalu buku karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek yang juga penulis Belanda, sampai buku karya orang Jerman bergenre roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, berjudul Die Waffen Nieder adalah buku-buku asing yang biasa dibaca oleh Kartini.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.