Share

528 Napi Imigran Ilegal Rohingya Melarikan Diri, Polisi Lakukan Perburuan

Susi Susanti, Okezone · Rabu 20 April 2022 14:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 20 18 2582213 528-napi-imigran-ilegal-rohingya-melarikan-diri-dari-pusat-penahanan-imigrasi-di-malaysia-polisi-lakukan-perburuan-ByGzsS09bC.jpg 528 tahanan imigran ilegal Rohingya melarikan diri dari penjara di Malaysia (Foto: The Star)

KUALA LUMPUR - Lebih dari 500 imigran ilegal Rohingya telah melarikan diri dari pusat penahanan imigrasi di Malaysia pada Rabu (20/4).

Direktur Jenderal Departemen Imigrasi Malaysia Khairul Dzaimee Daud mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pelarian itu melibatkan 528 tahanan di fasilitas penahanan sementara Departemen Imigrasi Sungai Bakap di Penang.

Peristiwa itu terjadi pada pukul 04.30 waktu setempat. “Mereka menerobos dengan mendobrak pintu blok dan penghalang,” terangnya.

“Petugas yang bertugas mengaktifkan prosedur operasi standar dengan menghubungi Kepolisian Kerajaan Malaysia dan instansi terkait untuk mendapatkan dukungan,” lanjutnya.

Baca juga: AS Tetapkan Tentara Myanmar Lakukan Genosida Terhadap Muslim Rohingya 

Perburuan para pelarian itu dilakukan bersama dengan polisi, Relawan Korps (RELA) dan anggota masyarakat.

Baca juga: 114 Pengungsi Rohingya di Bireuen Segera Dipindahkan ke Lhokseumawe Aceh

“Hingga pukul 10 pagi ini, 362 tahanan berhasil ditangkap kembali, dan operasi untuk menemukan sisa tahanan sedang dilakukan,” tambahnya.

Dia menghimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan para pelarian untuk memberi tahu pihak Departemen Imigrasi atau polisi.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Dalam konferensi pers pada Rabu (20/4), Kepala Polisi Kedah Komisaris Wan Hassan Wan Ahmad mengatakan pihak berwenang belum mengidentifikasi penyebab sebenarnya dari insiden tersebut.

"Unsur ketidakbahagiaan mungkin ada, tetapi secara langsung, kami tidak dapat (berkomentar) sampai penyelidikan kami selesai," katanya.

Komisaris menambahkan, ada 23 personel keamanan yang berjaga saat insiden itu terjadi. Namun, jumlahnya tidak cukup untuk mengendalikan gangguan besar seperti ini. Tidak ada personel keamanan yang terluka dalam kerusuhan itu.

Harian berbahasa Inggris Malaysia The Star melaporkan bahwa para napi melarikan diri setelah protes berubah menjadi kerusuhan.

Kepala polisi Penang Mohd Shuhaily Mohd Zain mengatakan bahwa ada enam korban jiwa di antara para tahanan yang melarikan diri, yang terdiri dari dua pria dewasa, dua wanita dewasa, serta satu wanita dan satu anak laki-laki.

Astro Awani melaporkan mereka tewas saat mencoba menyeberang jalan raya setelah terjadi ledakan.

Fasilitas penahanan itu terletak di dekat perbatasan negara bagian Kedah dan daratan Penang. Fasilitas itu biasanya menampung imigran ilegal. Ada laporan tentang kondisi kehidupan yang buruk di pusat-pusat penahanan ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini