Menurut Suprapto, mayoritas PMKS yang terdiri dari pengamen dan badut itu diduga dikoordinir oleh suatu kelompok. Biasanya, mereka menyebar ke perkampungan warga untuk mengemis.
BACA JUGA:Risma Siapkan Rusun untuk PMKS dengan Harga Sewa Rp10 Ribu per Bulan
"Dari anak-anak, ortu perempuan mereka di drop di satu wilayah di Kebon Jeruk biasa tengah malam kemudian mereka menyebar ke kampung-kampung," kata dia.
Nantinya, setelah PMKS tersebut diamankan, mereka akan menjalani pembinaan selama satu tahun di Panti Sosial. Di sana mereka akan mendapatkan pelatihan kerja seperti belajar memasak hingga menjahit.
Hal tersebut dilakukan agar para penghuni panti asuhan bisa mendapatkan kemampuan untuk bekerja bahkan berwirausaha. Dengan upaya tersebut, Suprapto berharap para PMKS yang sudah dijaring tidak akan mengulangi profesinya kembali.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.