Sebelumnya, Sunan Kalijaga telah membuat 'saka guru' atau tiang yang disebut dengan 'saka tatal’ atau tiang penyangga masjid Demak yang terbuat dari kayu dan memiliki motif.
Putra Tumenggung Wilatikta itu bukan saja telah menciptakan saka tiang dari tatal dan telah membetulkan arah kiblat, tetapi ia juga menciptakan sebuah kenthongan (penthongan) dan bedhug yang digantung di depan Masjid Agung Demak Bintoro.
Alat kenthongan dan bedhug tersebut dimaksudkan sebagai tengara bahwa saat Shalat Jumat sudah masuk, sehingga salah seorang kaum muslimin dapat membunyikannya secara berulang-ulang.
(Susi Susanti)