Share

Bukber di Cianjur Makan Korban, 47 Alami Keracunan dan 1 Orang Meninggal

Ricky Susan, Koran SI · Selasa 26 April 2022 02:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 25 525 2585121 bukber-di-cianjur-makan-korban-47-alami-keracunan-dan-1-orang-meninggal-WGAa4Gl9vo.jpg Illustrasi (foto: dok Sindo)

CIANJUR - Sebanyak 47 orang warga Kampung Rancailat RT 01/03 Desa Panyindangan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur mengalami keracunan massal usai menyantap hidangan berbuka puasa di salah satu Mushola di kampung tersebut, pada Kamis 21 April 2022.

Akibat kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia dan lainnya muntah dan di rawat di salah satu puskesmas setempat.

BACA JUGA:Belasan Warga Ponorogo Diduga Keracunan Usai Santap Buka Puasa 

Berdasarkan informasi, acara buka bersama tradisi yang diadakan setiap tahun tersebut dilaksanakan pada Kamis (21/04/2022. Dalam pelaksanaannya, setiap warga yang datang membawa makanan masing-masing untuk dimakan bersama pada saat buka bersama, dan takjil yang beragam dicampurkan menjadi satu.

Namun naas, pada saat berbuka puasa, hampir warga yang mengikuti acara buka puasa bersama tersebut mengalami muntah-muntah. Sehingga, warga yang mengalami tersebut langsung dibawa ke Puskesmas Sindangbarang,.

Kapolsek Cibinong, Iptu Dedi membenarkan kejadian tersebut. "Pas hari Jumat itu, ada tiga orang warga, yang lainnya sudah diperbolehkan pulang. Tapi pas saya pulang sekitar pukul 19.30 WIB, saya dapat informasi satu orang meninggal dunia," ujarnya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Namun, dalam peristiwa tersebut, keluarga korban sadar dan mengganggap sebagai sebuah musibah. Sehingga kasus tersebut tidak ditindaklanjuti.

"Pihak keluarga sudah menerima, karena ini sebuah musibah. Selain itu, takjil yang dicampurkan juga sudah dibuang, sehingga kita tidak bisa ambil untuk uji laboratorium," tuturnya.

Sementara itu, Camat Cibinong, N Didi sangat berbelasungkawa atas meninggalnya salah satu warganya. Dirinya membenarkan, bahwa acara tersebut merupakan tradisi yang sudah menjadi acara tahunan bagi warga sekitar sebelum menjelang Idul Fitri.

"Iya betul, itu sudah tradisi setiap tahunnya. Saya dapat kabar warga meningal dari pak kades," jelasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini