Share

Pedihnya Perjuangan Keluarga Muslim yang Susah Mencari Makanan untuk Buka Puasa

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 30 April 2022 11:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 30 18 2587639 pedihnya-perjuangan-keluarga-muslim-yang-susah-mencari-makanan-untuk-buka-puasa-TsBsgtnZ82.jpg Perjuangan keluarga Muslim mencari makanan untuk buka puasa (Foto: Dokumentasi keluarga)

INGGRIS – Sebuah badan amal mengatakan banyak keluarga Muslim telah berjuang untuk membeli makanan untuk berbuka puasa selama bulan suci Ramadan.

Lonjakan harga bahan bakar, energi, dan pangan telah memukul kantong orang-orang dari semua latar belakang, dengan inflasi mencapai level tertinggi dalam 30 tahun.

Badan amal Trussell Trust, yang mengelola lebih dari setengah bank makanan Inggris, membagikan 2,1 juta paket makanan pada 2021-2022 - lebih dari 830.000 di antaranya diberikan kepada anak-anak.

Ramadan kali ini adalah yang pertama dalam dua tahun ketika umat Islam dapat berbuka puasa dengan orang lain, dengan sebagian besar pembatasan Covid-19 telah berakhir.

Baca juga: Ini Wilayah Arab Saudi yang Buka Puasa Pertama dan Terakhir Selama Ramadan

Selama Ramadan, umat Islam makan dua kali sehari - sekali sebelum matahari terbit, dan sekali ketika matahari terbenam.

Baca juga: Kisah Unik Puasa Tanpa Matahari Terbenam dan Terbit di Norwegia, Buka Puasa Ikuti Waktu Makkah 

Di malam hari, mereka akan berbuka puasa bersama keluarga besar, teman, dan anggota komunitas mereka.

Tetapi meningkatnya biaya hidup membuat banyak orang berjuang untuk memberi makan keluarga dekat mereka - membuat menyelenggarakan makan malam berbuka puasa yang lebih besar menjadi sangat sulit.

Arshi Begum, yang tinggal di East Ham, di London timur, bersama suami dan putranya yang berusia enam bulan, secara teratur menggunakan bank makanan setempat untuk mendapatkan bahan pokok seperti nasi basmati, tepung chapati, dan daging - serta susu dan popok untuk kebutuhan bayi mereka.

"Jika bukan karena bank makanan, saya tidak akan punya makanan untuk buka puasa saya, selain air, beberapa hari,” terangnya kepada BBC:

"Menggunakan bank makanan membantu kami menghemat setidaknya 100 poundsterling (Rp1,8 juta) seminggu, yang dapat kami gunakan untuk barang-barang penting lainnya,” lanjutnya.

Arshi dan suaminya harus pindah dari rumah mereka sendiri dan saat ini tinggal di akomodasi bersama.

Mereka berdua bekerja, tetapi begitu mereka membayar sewa dan tagihan rumah tangga, mereka mengatakan bahwa mereka hampir tidak punya uang untuk makan.

"Ramadan lalu, kami tinggal di rumah kami sendiri dan kami memiliki tiga hidangan untuk [makan malam buka puasa kami]," jelasnya.

"Itu hanya mimpi sekarang,” ujarnya.

Beberapa badan amal lokal mengatakan kepada BBC bahwa layanan mereka telah melihat peningkatan permintaan pengguna Muslim di bulan Ramadan ini.

Yayasan Zakat Nasional, yang mendistribusikan zakat - sumbangan amal yang harus diberikan Muslim setiap tahun - kepada Muslim yang membutuhkan di seluruh Inggris, mengatakan telah menerima 1.746 aplikasi untuk bantuan Ramadan ini, dibandingkan dengan 1.053 kali ini tahun lalu.

Badan amal Islamic Relief telah melaporkan permintaan serupa untuk layanannya, dengan kebutuhan pokok seperti daging, beras, dan tepung disediakan untuk keluarga Muslim.

Rifhat Malik, dari badan amal yang berbasis di Leeds, Give a Gift, mengatakan bulan suci tahun ini adalah bulan tersibuk yang pernah dilihatnya.

"Kami menjalankan empat pusat makanan darurat yang paralel satu sama lain dan kami telah mengirimkan lebih dari 200 paket makanan Ramadhan setiap minggu,” ungkapnya. Dia mengatakan ini adalah peningkatan 30% dari tahun sebelumnya.

Badan amal tersebut juga telah mengadakan sesi buka puasa mingguan selama Ramadhan untuk menyatukan "klien yang rentan dan terisolasi secara sosial, yang tidak memiliki keluarga atau teman, untuk berbagi buka puasa - jadi setidaknya [mereka] menerima makanan yang sesuai dengan budaya dan semoga membuat teman-teman baru".

Berlin Mirre dan kelima anaknya, berusia antara dua dan 14 tahun, termasuk di antara mereka yang mendapat manfaat dari dukungan Give a Gift.

Berlin mengatakan dia telah berjuang untuk memenuhi kebutuhan karena harga sehari-hari terus meningkat.

"Biaya semuanya meningkat sejak Ramadhan lalu. Pemerintah tidak memberikan cukup uang bagi saya untuk memberi makan lima anak,” terangnya.

Dia menerima Kredit Universal, salah satu dari beberapa manfaat yang telah meningkat sebesar 3,1% pada bulan April - angka yang lebih rendah dari tingkat inflasi saat ini.

Ketidakamanan finansial telah berdampak pada kesehatan mentalnya, katanya, dan dia harus mengambil langkah-langkah untuk membeli makanan dan pakaian untuk keluarganya - sementara badan amal telah memberinya voucher supermarket dan mengundangnya ke kelompok kesejahteraan.

Terkait hal ini, juru bicara pemerintah mengatakan kepada BBC jika mereka memahami perjuangan warganya.

"Kami memahami bahwa orang-orang berjuang dengan kenaikan harga dan ini akan menimbulkan kekhawatiran pada waktu penting tahun ini bagi keluarga Muslim,” terangnya.

"Meskipun kami tidak dapat melindungi semua orang dari tantangan global yang kami hadapi, kami mendukung keluarga untuk menavigasi bulan-bulan ke depan dengan paket dukungan 22 miliar poundsterling (Rp402 triliun) tahun keuangan ini,” lanjutnya.

Anneliese Dodds dari Buruh, sekretaris negara bayangan untuk perempuan dan kesetaraan, mengatakan kondisi ni adalah tragedi bahwa begitu banyak keluarga Muslim berjuang di bulan suci Ramadan untuk menyediakan makanan yang cukup di atas meja untuk berbuka puasa mereka.

"Buruh menyerukan anggaran darurat untuk mengatasi krisis biaya hidup, dengan pajak rejeki nomplok pada perusahaan minyak dan gas untuk memotong hingga 600 poundsterling (Rp11 juta) tagihan untuk keluarga,” ujarnya.

1
5

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini