"Kami memahami bahwa orang-orang berjuang dengan kenaikan harga dan ini akan menimbulkan kekhawatiran pada waktu penting tahun ini bagi keluarga Muslim,” terangnya.
"Meskipun kami tidak dapat melindungi semua orang dari tantangan global yang kami hadapi, kami mendukung keluarga untuk menavigasi bulan-bulan ke depan dengan paket dukungan 22 miliar poundsterling (Rp402 triliun) tahun keuangan ini,” lanjutnya.
Anneliese Dodds dari Buruh, sekretaris negara bayangan untuk perempuan dan kesetaraan, mengatakan kondisi ni adalah tragedi bahwa begitu banyak keluarga Muslim berjuang di bulan suci Ramadan untuk menyediakan makanan yang cukup di atas meja untuk berbuka puasa mereka.
"Buruh menyerukan anggaran darurat untuk mengatasi krisis biaya hidup, dengan pajak rejeki nomplok pada perusahaan minyak dan gas untuk memotong hingga 600 poundsterling (Rp11 juta) tagihan untuk keluarga,” ujarnya.
(Susi Susanti)