Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Antisipasi Kemacetan Arus Balik, Menko PMK: Lebih Baik Siapkan Skenario Berlebih daripada Anomali

Binti Mufarida , Jurnalis-Rabu, 04 Mei 2022 |02:30 WIB
Antisipasi Kemacetan Arus Balik, Menko PMK: Lebih Baik Siapkan Skenario Berlebih daripada Anomali
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menegaskan pemerintah terus menyiapkan skenario arus balik mudik Lebaran 2022 untuk mencegah terjadi fenomena lonjakan penumpang yang sangat tinggi pada arus mudik.

“Lebih baik kita berlebih dalam menyiapkan skenario ini daripada kita mepet dan terjadi anomali yang tidak kita duga,” ujar Menko PMK dikutip dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (3/5/2022).

Mengantisipasi lonjakan lonjakan arus mudik pada angkutan penyeberangan yang mencapai lebih 1,6 juta penumpang baik itu di Pelabuhan Bakauheni maupun di Pelabuhan Merak, pemerintah membuka jalur alternatif penyebrangan dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Panjang di Lampung.

Sejauh ini, rekayasa dan antisipasi dengan berbagai langkah sudah dilakukan untuk mengurai kepadatan. Namun jumlah arus balik dikhawatirkan akan melebihi angka mudik.

Baca juga: Menko PMK Ungkap Penyebab Macet Parah di Merak: Datang Terlalu Awal hingga Tak Punya Tiket

“Untuk itu, Pelabuhan Panjang bisa kita jadikan alternatif. Kita juga akan lakukan skenario untuk merespon perubahan perilaku pemudik tahun ini dibanding tahun 2019 sehingga penanganan kita bisa lebih cermat dan memuaskan bagi para pemudik,” ujar Muhadjir.

Baca juga: Mudik Lebaran 2022, Menko PMK Minta Perketat Pengamanan

Muhadjir juga menyebut, informasi terkait penggunaan dan lalu lintas Pelabuhan Panjang sebagai tambahan Pelabuhan Bakauheni perlu diperjelas dan diintegrasikan. Sehingga nanti data dan informasinya hanya satu dan kedepan bisa mempermudah untuk mengambil keputusan lain.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement