Share

Polisi Dituduh Rudapaksa Seorang Gadis yang Hendak Melaporkan Dirinya Menjadi Korban Rudapaksa Beramai-ramai

Susi Susanti, Okezone · Kamis 05 Mei 2022 14:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 05 18 2589565 polisi-dituduh-rudapaksa-seorang-gadis-yang-hendak-melaporkan-dirinya-menjadi-korban-rudapaksa-beramai-ramai-EIihjbkefY.jpg Polisi India dituduh rudapaksa seorang gadis yang ingin membuat laporan rudapaksa (Foto: Facebook)

INDIA - Seorang polisi di negara bagian Uttar Pradesh di India utara dilaporkan melarikan diri setelah dituduh memperkosa seorang gadis berusia 13 tahun yang ingin melaporkan ke polisi bahwa dia telah diperkosa beramai-ramai.

Seorang pejabat senior polisi mengatakan sebuah kasus kriminal telah didaftarkan terhadapnya dan dia telah diskors.

Laporan tersebut telah menyebabkan kemarahan di India, terutama di media sosial (medsos).

Dalam pengaduannya kepada polisi, ayah gadis itu menuduh bahwa empat pria telah membawa putrinya ke negara bagian tetangga Madhya Pradesh, lalu mereka melakukan pelecehan seksual selama empat hari. Para pria itu kemudian membawanya kembali ke desanya di distrik Lalitpur, Uttar Pradesh (UP) sebelum mereka melarikan diri.

Baca juga: Rusia Kuasai Kherson, Tuduhan Rudapaksa Mencuat

Saluran berita NDTV melaporkan keesokan harinya, petugas yang bertanggung jawab atas kantor polisi setempat memperkosa gadis itu ketika dia pergi ke kantor polisi dengan bibinya untuk mengajukan pengaduan.

Baca juga: PBB Peringatkan Rudapaksa dan Kekerasan Seksual Terhadap Wanita dan Anak-Anak di Ukraina

Kepala polisi distrik Lalitpur Nikhil Pathak mengatakan kepada wartawan bahwa gadis itu, yang dibawa ke kantornya oleh badan amal Childline, mengatakan kepadanya apa yang telah terjadi. "Ketika saya diberitahu, saya memastikan sebuah kasus diajukan," katanya.

Berita tentang insiden itu telah menyebabkan kemarahan dengan banyak orang yang mempertanyakan hukum dan ketertiban di negara bagian terpadat di India itu.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Dalam sebuah tweet dalam bahasa Hindi, pemimpin senior partai Kongres Priyanka Gandhi Vadra bertanya "jika kantor polisi tidak aman untuk wanita, lalu ke mana mereka akan pergi untuk mengadu"?

"Apakah pemerintah UP serius memikirkan untuk meningkatkan penempatan perempuan di kantor polisi, untuk membuat kantor polisi aman bagi perempuan?" tambahnya.

Pemerkosaan dan kejahatan terhadap perempuan telah menjadi sorotan sejak Desember 2012 ketika seorang perempuan muda diperkosa secara brutal di sebuah bus di ibu kota, Delhi. Dia kemudian meninggal karena luka yang diderita selama serangan itu.

Insiden itu menjadi berita utama di seluruh dunia dan menyebabkan protes massal di Delhi. India dipaksa untuk memperkenalkan undang-undang baru yang keras untuk menangani kejahatan yang bersifat seksual. Empat pria dieksekusi pada 2020 setelah dinyatakan bersalah atas kejahatan tersebut.

Namun terlepas dari pengawasan yang meningkat, ribuan pemerkosaan terus dilaporkan di negara itu setiap tahun. Pada tahun 2020, tahun terakhir di mana data kejahatan tersedia, 28.379 perempuan dan anak perempuan diperkosa di India - itu rata-rata pemerkosaan setiap 18 menit.

Para pegiat mengatakan jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi karena banyak yang bahkan tidak dilaporkan, seringkali karena responden pertama - polisi - tidak simpatik.

Negara bagian Uttar Pradesh secara khusus dikritik karena cara pihak berwenang menanggapi kejahatan terhadap perempuan.

Pada 2020, negara bagian menjadi berita utama setelah seorang wanita berusia 19 tahun meninggal setelah melaporkan bahwa dia telah diperkosa dan diserang secara brutal. Polisi dan pejabat administrasi mengkremasi tubuhnya di tengah malam tanpa persetujuan keluarganya.

Meskipun banyak bukti, para pejabat tetap bersikeras bahwa dia tidak diperkosa.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini