Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bantu Akhiri Konflik, Putin Minta Barat Setop Pengiriman Senjata ke Ukraina

Susi Susanti , Jurnalis-Jum'at, 06 Mei 2022 |06:01 WIB
Bantu Akhiri Konflik, Putin Minta Barat Setop Pengiriman Senjata ke Ukraina
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Reuters)
A
A
A

RUSIA – Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa perang di Ukraina akan dapat diakhiri jika negara-negara Barat berhenti mengirimkan senjata ke negara itu. Hal itu disampaikan Putin saat berbicara dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Putin dan Macron berbicara melalui telepon, membahas isu terkait konflik Rusia-Ukraina. Dalam pembicaraan itu Macron menyatakan siap membantu membantu mencapai solusi negosiasi untuk konflik yang menghormati kedaulatan Ukraina sementara Putin menekankan bahwa Rusia terbuka untuk melakukan pembicaraan dengan Kiev.

Setelah Rusia mengumumkan operasi militer ke negara tetangganya itu pada 24 Februari, negara-negara Barat telah mengirimkan persenjataan untuk membantu pasukan Ukraina. Inggris dan Amerika Serikat (AS) telah mengirimkan persenjataan senilai miliaran dolar ke Ukraina termasuk rudal anti-tank, peralatan perang elektronik, sistem radar, GPS jammers dan perangkat night-vision.

Lebih dari sebulan kemudian, ribuan orang, baik dari kalangan kombatan maupun warga sipil telah terbunuh atau terluka dan lebih dari 5,5 juta telah melarikan diri ke luar negeri sebagai pengungsi.

Pasukan Rusia, yang dinilai Barat gagal meraih kemajuan signifikan di Ukraina, telah mengalihkan fokusnya ke bagian timur negara itu, ke wilayah yang dikenal sebagai Donbass.

BACA JUGA: Putin: Hentikan Pasokan Senjata ke Ukraina, Barat Bisa Bantu Akhiri Perang

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement