Share

Dianggap Bunuh Bayinya karena Keguguran, Ibu Ini Divonis 30 Tahun Penjara

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 13 Mei 2022 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 18 2593844 dianggap-bunuh-bayinya-karena-keguguran-ibu-ini-divonis-30-tahun-penjara-VAsNfhnqEa.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

SAN SALVADOR - Seorang wanita di El Salvador telah dijatuhi hukuman penjara 30 tahun atas tuduhan 'pembunuhan' setelah dia mengalami keguguran.

Wanita berusia 28 tahun itu mengalami keadaan darurat kebidanan saat hamil pada 2019 dan membawa dirinya ke rumah sakit untuk mencari perawatan medis yang mendesak. Namun, wanita, yang diidentifikasi hanya sebagai Esme, kehilangan bayinya yang belum lahir selama perawatan.

BACA JUGA: Divonis 30 Tahun Penjara karena Aborsi, Wanita El Salvador Akhirnya Dibebaskan

Lebih buruk lagi, El Salvador telah memberlakukan undang-undang anti-aborsi yang kejam pada ibu rumah tangga.

Staf rumah sakit sering melaporkan wanita yang mengalami keguguran ke polisi.

Esme ditahan karena dianggap ‘membunuh’ bayinya dan dalam penahanan pra-persidangan selama dua tahun. Awal pekan ini, dia divonis penjara selama 30 tahun, demikian dilaporkan Daily Mail.

El Salvador telah melarang aborsi dalam semua keadaan, termasuk kasus pemerkosaan dan ketika kesehatan wanita dalam bahaya.

Hukuman itu telah memicu kemarahan di antara kelompok-kelompok pro pilihan di El Salvador.

BACA JUGA: 10 Mayat Ditemukan Terkubur di Properti Milik Mantan Anggota Polisi El Salvador

Morena Herrera, presiden Kelompok Warga untuk Dekriminalisasi Aborsi di El Salvador, mengatakan bahwa putusan itu merupakan sebuah ‘pukulan keras’ bagi upaya untuk dekriminalisasi keadaan darurat kebidanan.

Pengacara Esme mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka akan mengajukan banding atas keputusan tersebut dan mencatat bahwa ini adalah hukuman pertama dari jenisnya di bawah pemerintahan Presiden Nayib Bukele yang menyebut aborsi sebagai 'genosida besar'.

Selama 20 tahun terakhir, El Salvador telah secara kriminal menuntut 181 wanita yang menderita kedaruratan kebidanan.

Larangan aborsi paling memukul orang miskin di negara itu, yang tidak dapat mengakses perawatan medis yang memadai untuk menurunkan risiko keguguran atau lahir mati.

Pada November 2021 Pengadilan Hak Asasi Manusia Inter-Amerika memutuskan bahwa El Salvador telah melanggar hak-hak seorang wanita yang diidentifikasi sebagai Manuela yang dikirim ke penjara karena melanggar undang-undang aborsi dan meninggal saat menjalani hukuman 30 tahun.

Sementara pada Februari, seorang wanita yang menjalani satu dekade di balik jeruji dari hukuman 30 tahun karena menderita keguguran dibebaskan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini