Dia menerangkan, anggota Opsnal tersebut meyakinkan warga untuk tak berkerumun dan kembali ke kendaraannya agar tak terprovokasi atas teriakan tak bertanggung jawab tersebut.
Warga tak menggubris atau percaya kalau polisi berpakian preman saat itu merupakan polisi sehingga anggota tersebut mengeluarkan senjata apinya guna membuktikannya.
"Keterangan dia (anggota polisi berpakaian preman) berusaha menyakinkan warga saya anggota saya, tapi waktu itu belum digubris sehingga ada tindakan dari anggota kita menunjukan identitas (dengan mengeluarkan senjata api). Itu hanya upaya menunjukan identitas, tak sampai melakukan tindakan lanjut (mengumbar tembakan)," tuturnya.