Share

Gunung Merapi Kembali Menggeliat, Luncurkan Awan Panas Sejauh 2,5 Km

Erfan Erlin, iNews · Kamis 19 Mei 2022 10:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 19 510 2596559 gunung-merapi-kembali-menggeliat-luncurkan-awan-panas-sejauh-2-5-km-kNVVvzAZVe.jpg Gunung Merapi. (Foto: Antara)

YOGYAKARTA - Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran (APG) yang terlihat Kamis (19/5/2022) dini hari sekitar pukul 01.59 WIB.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut awan panas guguran tersebut tercatat di seismogram dengan amplitudo 42 mm dan durasi 181 detik. Jarak luncur 2.500 meter (2,5 Km) ke arah barat daya. 

"Sampai saat ini Merapi statusnya masih Siaga. Sama sejak 5 November 2020 lalu," tutur Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Kamis.

Sepanjang Kamis dini hari hingga pagi, cuaca di puncak Merapi cenderung berawan, mendung bahkan hujan. Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 17-21 °C, kelembaban udara 72-80 %, dan tekanan udara 567-687 mmHg. Volume curah hujan 20 mm per hari. 

Baca juga:  Gunung Merapi Semburkan Wedus Gembel Sejauh 1,8 Km ke Sungai Bebeng

Menurut Hanik, Gunung jelas dan asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 20-50 m di atas puncak kawah. Di samping awan panas guguran, juga teramati guguran lava pijar 10 kali jarak luncur maksimum 2.000 meter ke arah barat daya.

"Kami juga masih mencatat aktivitas magmatik lainnya," terang Hanik.

Aktifitas tersebut adalah kegempaan yang masih sering terjadi. Pihaknya mencatat aktifitas gempa Guguran terjadi sebanyak 39 kali dengan Amplitudo  3-44 mm dan berdurasi 34-150 detik. 

Di samping itu juga ada 5 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan Amplitudo 2-3 mm berdurasi 4-6 detik. Dan 2 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan Amplitudo 40-46 mm dan berdurasi 9-11 detik.

Aktivitas Gunung Merapi memang masih tinggi. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

"Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak,"papar dia.

Ia menghimbau agar masyarakat tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Masyarakat juga diminta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,"tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini