Share

Rumah Kiai Ponpes di Lumajang Dikepung Puluhan Warga karena Diduga Cabuli Santriwatinya

Yayan Nugroho, iNews · Jum'at 20 Mei 2022 13:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 519 2597324 rumah-kiai-ponpes-di-lumajang-dikepung-puluhan-warga-karena-diduga-cabuli-santriwatinya-sGcesxAfLn.jpg Kiai Ponpes di Lumajang dimassa warga setelah diduga cabuli santriwatinya/Tangkapan layar video Yayan Nugroho

LUMAJANG - Seorang Kiai Pondok Pesantren (Ponpes) di Lumajang, Jawa Timur, diduga melakukan pelecehan seksual terhadap 3 orang santriwatinya.

Mengetahui hal ini, puluh warga pun langsung mengepung kediaman oknum Kiai tersebut dan nyaris menghakiminya, Kamis (19/5/2022) malam.

Pihak kepolisian setempat segera datang ke lokasi dan mengamankan terduga pelaku. Diketahui ponpes tersebut adalah Pondok Pesantren Lembah Arafah yang terletak di Desa Curah Petung, Kecamatan Kedung Jajang, Lumajang.

Sebelum polisi bertindak, pesantren yang sudah berdiri sejak 10 tahun yang lalu ini digeruduk ratusan warga dan wali santri untuk meminta penjelasan atas dugaan pelecehan seksual yang dilakukan sang Kiai kepada tiga santriwatinya.

Terbongkarnya dugaan pelecehan seksual lini bermula saat dua santriwati dari warga sekitar mengadukan perbuatan yang dilakukan Kiai kepada orang tuanya.

Selanjutnya, sang orang tua melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa bahkan aksi sang Kiai sempat mendapat kemarahan ratusan warga yang kemudian diredam oleh polisi setempat.

Kejadian ini juga dibenarkan oleh Camat Kedungjajang, Ahmad Faisol.

"Sementara kami masih menunggu informasi pihak dari kepolisian, karena pihak warga belum secara resmi melapor ke pihak kepolisian," jawab Ahmad Faisol.

Pesantren Lembah Arafah sendiri memiliki sekitar 30 santri yang merupakan santri perempuan.

Puluhan anggota kepolisian pun masih menjaga pondok pesantren pada Kamis malam untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Polisi mengimbau warga untuk menyerahkan sepenuhnya proses hukum terhadap pengasuh pondok pesantran kepada pihak kepolisian.

"Setelah kejadian tersebut, anggota Reskrim melakukan interogasi dan terduga pelaku sudah diamankan," jelas Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka Darmawan.

"Sementara korban juga sudah kita bawa ke Polres untuk dimintai keterangan, kita akan melakukan penyelidikan lebih lanjut, apakah benar seperti dugaan yang diadukan oleh Kepala Desa," tambahnya.

Polisi juga mengamankan keluarga terduga pelaku untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, sementara sang Kiai masi menjalani pemeriksaan di Mapolres Lumajang.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini