Share

Misteri Pembunuhan Bocah 14 Tahun, Disiksa hingga Meninggal dan Jasadnya Digantung di Jembatan Tol Jepek

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Sabtu 21 Mei 2022 08:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 525 2597454 misteri-pembunuhan-bocah-14-tahun-disiksa-hingga-meninggal-dan-jasadnya-digantung-di-jembatan-tol-jepek-c0feO4slgm.jpg Ilustrasi pembunuhan (Foto: Okezone)

BANDUNG – Misteri pembunuhan bocah 14 tahun yang jasadnya digantung di kolong jembatan Tol Jakarta-Cikampek (Jepek) akhirnya terungkap.

Polisi telah menangkap TR (26) yang merupakan kakak ipar korban. TR diduga menyiksa adik iparnya itu secara sadis hingga tewas dan menggantung jasadnya di kolong jembatan Tol Japek.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Ibrahim Tompo mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, TR melakukan perbuatan sadisnya itu seorang diri.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka melakukannya sendiri, tersangka tunggal," kata Ibrahim, Jumat (20/5/2021).

Dia mengatakan, bocah itu disiksa sebelum tewas. Hal itu diketahui setelah polisi memeriksa jasad korban. Di tubuh korban banyak luka lebam, terutama di bagian kepala.

Baca juga: Malam Kelam Eno Farihah: Diperkosa dan Dibunuh dengan Tubuh Tertancap Pacul, Pelaku Lolos dari Hukuman Mati

"Hasil autopsinya, memang ada beberapa (luka) benturan di tubuhnya, terutama di kepala, sehingga ini menyebabkan kematian terhadap korban," ujarnya.

Baca juga: Kesal Kerap Ditanya Uang Warisan, Anak Ini Bacoki Ibu Kandungnya 

Ibrahim melanjutkan, setelah menganiaya korban hingga tewas, tersangka kemudian menggantung jasad korban. Menurutnya, hal itu merupakan akal bulus tersangka supaya korban seakan-akan bunuh diri.

"Saat ditemukan, memang kondisinya digantung dan itu merupakan hasil rekayasa dari tersangka. Digantung oleh tersangka supaya seakan-akan korban bunuh diri," tuturnya.

Ibrahim menjelaskan, berdasarkan pengakuan tersangka, korban dan tersangka sering cekcok hingga membuat tersangka jengkel dan membunuh korban.

"Informasinya memang mereka tinggal bareng, tapi memang ada hubungan yang tidak harmonis di antara mereka," katanya.

Atas perbuatannya itu, tersangka dianggap telah melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini