Share

Kesal Kerap Ditanya Uang Warisan, Anak Ini Bacoki Ibu Kandungnya

Eddie Prayitno, iNews · Jum'at 20 Mei 2022 13:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 512 2597340 kesal-kerap-ditanya-uang-warisan-anak-ini-bacoki-ibu-kandungnya-iJsSMzCzEn.jpg Illustrasi (foto: freepick)

KENDAL – Gegara sering ditanya soal sisa uang warisan, seorang anak di Kendal, Jawa Tengah tega membunuh ibu kandungnya sendiri. Selain menganiaya dan membacok menggunakan sabit, pelaku juga mencopot selang oksigen saat korban mendapat pertolongan di puskesmas hingga akhirnya meninggal dunia.

Kasus pembunuhan ini terungkap setelah lima bulan pemeriksaan, dan menemukan bukti kuat termasuk tes DNA dan rekaman CCTV di puskemas.

Tersangka Sunarto alias Tumian warga Korowelang Anyar Cepiring, Kendal, Jawa Tengah ini, akhirnya ditangkap polisi setelah lima bulan proses penyelidikan dan penyidikan. Minimnya saksi dan barang bukti yang ada, memaksa petugas melakukan berbagai upaya untuk bisa mengungkap kasus pembunuhan ini.

 BACA JUGA:Diduga Korban Pembunuhan, Ibu 3 Anak Tewas Bersimbah Darah di Dapur

Berbekal hasil tes DNA dan rekaman CCTV di Puskesmas Cepiring, tersangka pembunuhan Suratmi akhirnya diamankan, pelaku merupakan anak kandung korban, yang kerap merawat dan memberi makanan.

Dari pemeriksaan polisi, pelaku tega membunuh ibu kandungnya sendiri lantaran terus ditanya perihal sisa uang penjualan tanah warisan. Karena terus ditanya soal uang warisan tersebut, tersangka kalap hingga membacok ibu kandungnya sendiri sebanyak tiga kali di kepala.

“Tidak hanya membacok korban, pelaku yang belum puas karena saat ditolong warga masih hidup, lalu mencopot oksigen yang dipasang petugas kesehatan puskesmas hingga akhirnya korban meninggal dunia,” kata Kapolres Kendal, AKBP Yuniar Ariefianto, Jumat (20/5/2022).

 BACA JUGA:Siasat Keji Neneng Sembunyikan Pembunuhan Hijaber Cantik Dini Nurdiani

Menurutnya, kasus pembunuhan ini memerlukan penanganan yang panjang, dari kejadian 19 Desember 2021 akhirnya terungkap 5 bulan kemudian setelah pemeriksaan 26 saksi. Hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan tersebut, mengarah ke anak kandung korban.

“Kami menemukan ada bercak darah di kaos pelaku yang identik dengan darah korban, dan juga menemukan bukti lain yakni rekaman CCTV di Puskesmas Cepiring, yang melihatkan tersangka sempat melihat sekitar ruangan IGD, kemudian mencopot selang oksigen lalu meninggalkan ruangan,” sambungnya.

Sementara itu, tersangka tetap bersikukuh bahwa bukan dirinya yang membunuh dan mengaku dijebak dan difitnah.

Dalam kasus ini, polisi menyita sebilah sabit, kaos milik pelaku, pakaian korban dan sepeda motor milik pelaku. Akibat perbuatannya pelaku bakal dijerat dengan Pasal 340 KUHP atau 338 KUHP atau 351 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini