Share

Rebutan PLTN Zaporizhzhia, Ukraina: Pembangkit Tidak Dapat Pasok Listrik ke Rusia

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 21 Mei 2022 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 21 18 2597863 rebutan-pltn-zaporizhzhia-ukraina-pembangkit-tidak-dapat-pasok-listrik-ke-rusia-mRRj5bdKeb.jpg Pasukan Rusia berjaga-jaga di PLTN Zaporizhzhia di Ukraina (Foto: AFP)

UKRAINA -  Ukraina meragukan "angan-angan" rencana Rusia untuk menghubungkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) raksasa Ukraina Zaporizhzhia ke jaringan listrik Rusia.

Pasukan Rusia menduduki PLTN Zaporizhzhia di tepi Sungai Dnieper di Ukraina selatan.

Ini adalah pembangkit nuklir terbesar di Eropa. Staf Ukraina masih mengoperasikannya, tetapi Rusia telah mengirim ahli nuklirnya sendiri untuk memantau pekerjaan mereka.

Biasanya pembangkit tersebut menghasilkan lebih dari setengah tenaga nuklir Ukraina dan 20% dari total pasokan listrik negara itu. Tapi sekarang hanya dua dari enam reaktor yang beroperasi.

Baca juga:  Energoatom: Rusia Ingin Ambil Alih dan Kendali Penuh PLTN Zaporizhzhia yang Dikuasai Ukraina

Wakil Perdana Menteri Rusia Marat Khusnullin telah berjanji untuk menjual listrik dari PLTN itu ke Ukraina.

 Baca juga: PLTN Zaporizhzhia Sempat Terbakar, Ukraina: Pasokan Energi Tidak Bermasalah

Khusnullin mengatakan Rusia akan mengintegrasikan pabrik Zaporizhzhia dengan sistem energi Rusia jika Kyiv menolak membayar listrik PLTN.

“Jika sistem energi Ukraina siap menerima [listrik] dan membayarnya, maka kami akan bekerja, tetapi jika tidak - maka pembangkit tersebut akan bekerja untuk Rusia,” terangnya saat mengunjungi Ukraina selatan yang diduduki Rusia pada Rabu (18/5/2022) .

"Saya pikir masa depan kawasan ini adalah bekerja di keluarga Rusia kami yang ramah,” ujarnya.

Namun juru bicara badan nuklir negara Ukraina Energoatom Leonid Oliynyk mengatakan akan memakan waktu bertahun-tahun untuk menghubungkan PLTN ke Rusia.

"PLTN ini hanya bekerja di jaringan energi Ukraina," terangnya kepada BBC.

"Rusia dapat membangun saluran listrik secara teoritis, tetapi itu akan memakan waktu lama, seperti jembatan Krimea mereka - beberapa tahun," katanya, mengacu pada jembatan yang menghubungkan Krimea, yang dianeksasi Rusia pada 2014, ke wilayah Rusia.

"Sekarang pembangkit listrik bekerja pada tingkat minimum, tetapi Kyiv tetap bertanggung jawab, semua saluran listrik dikendalikan oleh Ukraina. Pernyataan Rusia adalah angan-angan," ujarnya.

Oliynyk mengatakan staf merasa tidak enak, karena ada banyak tekanan teknis pada mereka, Rusia bertindak sebagai penjajah. Dia mengatakan Rusia menahan sekitar 500 tentara dan 50 kendaraan lapis baja di lokasi tersebut.

"Mereka sedang memeriksa dokumen, mereka tidak membiarkan orang berbicara dengan bebas dan membubarkan pertemuan di Enerhodar,” terangnya.

Dia bersikeras bahwa Ukraina "akan membebaskan seluruh wilayah - tidak ada kesepakatan dengan penjajah".

Ada beberapa kebakaran hutan di zona eksklusi di sekitar PLTN namun tidak secara langsung mengancam PLTN itu.

"Petugas pemadam kebakaran tidak bisa pergi ke sana karena begitu banyak ranjau diletakkan, itu terlalu berbahaya,” lanjutnya.

Pasukan Ukraina masih menguasai kota Zaporizhzhia, di seberang Dnieper. Pembangkit listrik tenaga nuklir berada di Enerhodar, sebuah kota berpenduduk hampir 53.000 jiwa yang dibangun pada zaman Soviet untuk menampung para pekerja nuklir.

Ada beberapa aksi unjuk rasa di Enerhodar menentang pendudukan Rusia, yang dibubarkan dengan kekerasan oleh pasukan keamanan Rusia dengan gas air mata dan granat kejut.

Menurut Energoatom, pada 3 Maret, pasukan Rusia menembaki pabrik Zaporizhzhia, dan kemudian menguasainya. Bangunan di sekitar salah satu reaktornya rusak.

Pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Badan Energi Atom Internasional (IAEA), mengatakan tingkat radiasi dan keselamatan reaktor tidak terpengaruh.

Para pemimpin dunia mengutuk Rusia atas serangan itu dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Rusia melakukan "teror nuklir".

IAEA mengatakan situasi di pabrik sekarang tetap "rapuh" dan "tidak berkelanjutan", karena pasukan Rusia menjaga staf di bawah pengawasan ketat, bersama dengan tim ahli dari Rosatom - badan nuklir negara Rusia. IAEA mengatakan sedang mencoba untuk merundingkan kunjungan inspeksi ke lokasi tersebut.

Pendudukan sementara Rusia atas Chernobyl di Ukraina utara - lokasi bencana nuklir terburuk di dunia pada 1986 - juga mengkhawatirkan para pemimpin dunia.

Tingkat radiasi di pabrik yang dinonaktifkan dilaporkan stabil dan dalam batas aman, tetapi ada titik api di tempat-tempat terdekat di mana tentara Rusia menggali parit.

Setelah pencaplokan Krimea oleh Rusia tahun 2014 dan sebagian wilayah Donbas, katanya, Ukraina menimbun bahan bakar nuklir, jadi sekarang cukup untuk dua tahun.

Ukraina sekarang memiliki kesepakatan dengan perusahaan listrik AS Westinghouse untuk menyediakan bahan bakar nuklir, dengan tujuan mengganti 40% bahan bakar nuklir yang masih didapat Kyiv dari Moskow.

1
4

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini