Share

Bersihkan Azovstal, Tentara Rusia Ledakkan Lebih 100 Ranjau dalam Dua Hari

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 23 Mei 2022 10:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 23 18 2598606 bersihkan-azovstal-tentara-rusia-ledakkan-lebih-100-ranjau-dalam-dua-hari-ctVnsOue5X.JPG Tentara Rusia melakukan pekerjaan pembersihan ranjau di pabrik baja Azovstal, Mariupol, Ukraina, 22 Mei 2022. (Foto: Reuters)

MARIUPOL - Tentara Rusia pada Minggu (22/5/2022) membersihkan ranjau dan puing-puing di kawasan industri pabrik baja Azovstal di Mariupol. Pekerjaan itu dilakukan setelah ratusan pasukan Ukraina yang bersembunyi di pabrik besar itu selama berminggu-minggu diperintahkan untuk mundur.

Rekaman video menunjukkan tentara Rusia berjalan melalui kompleks dan mengayunkan detektor ranjau di atas jalan yang dipenuhi puing-puing, sementara yang lain memeriksa di bawah benda-benda untuk mencari bahan peledak.

“Tugasnya sangat besar, musuh menanam ranjau darat mereka sendiri, kami juga telah menanam ranjau anti-personil sambil memblokir musuh. Jadi kami punya pekerjaan sekira dua minggu di depan kami,” kata seorang tentara Rusia yang hanya memberikan nama aliasnya, Babai sebagaimana dilansir Reuters.

Rusia pada Jumat (20/5/2022) mengatakan pejuang Ukraina terakhir yang bertahan di Azovstal telah menyerah. Ukraina belum mengonfirmasi perkembangan itu, tetapi seorang komandan salah satu unit di pabrik mengatakan dalam sebuah video bahwa pasukan telah diperintahkan untuk mundur.

Para pejuang yang membarikade diri mereka ke dalam terowongan telah menyerahkan diri mereka kepada pasukan Rusia dan pro-Rusia.

Berakhirnya pertempuran di Mariupol, kota terbesar yang direbut Rusia sejak invasinya ke Ukraina pada 24 Februari, memberi Presiden Rusia Vladimir Putin kemenangan langka setelah serangkaian kemunduran dalam pertempuran hampir tiga bulan.

Pada Minggu, pasukan Rusia menyapu ranjau di Azovstal dengan ledakan terkendali dan membersihkan puing-puing dari jalan pabrik baja itu menggunakan buldoser militer.

Rekaman drone menunjukkan bangunan pabrik baja dibiarkan dalam reruntuhan, banyak yang hangus, banyak yang runtuh sebagian dan beberapa hanya tumpukan puing.

"Selama dua hari terakhir, lebih dari 100 bahan peledak telah dihancurkan. Pekerjaan berlanjut," kata Babai.

Kendali penuh atas Mariupol memberi Rusia komando atas rute darat yang menghubungkan Semenanjung Krimea, yang direbut Moskow pada 2014, dengan daratan Rusia dan sebagian Ukraina timur yang dikuasai oleh separatis pro-Rusia.

Moskow menyebut tindakannya sebagai "operasi militer khusus" untuk melucuti senjata Ukraina dan melindunginya dari fasis. Ukraina dan Barat mengatakan tuduhan fasis tidak berdasar dan bahwa perang adalah tindakan agresi yang tidak beralasan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini