Share

Waspada! Gelombang 4 Meter Berpotensi Terjang NTT 3 Hari ke Depan

Antara, · Senin 23 Mei 2022 14:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 23 340 2598781 waspada-gelombang-4-meter-berpotensi-terjang-ntt-3-hari-ke-depan-8C0ykYd70f.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

KUPANG - Gelombang laut hingga 4 meter mengintai sejumlah titik perairan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) selama tiga hari ke depan. Stasiun Meteorologi Maritim Tenau-Kupang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun mengimbau warga agar mewaspadai hal tersebut.

"Gelombang laut kategori tinggi 2,5-4 meter berpeluang melanda sejumlah perairan di NTT selama 24-26 Mei 2022. Sehingga perlu diwaspadai kapal-kapal yang hendak berlayar," kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau-Kupang BMKG Syaeful Hadi di Kupang, Senin (23/5/2022).

BACA JUGA:BMKG : Waspada Potensi Gelombang Tinggi 6 Meter di Perairan Selatan Indonesia 

Ia mengatakan, hal itu berkaitan dengan prakiraan cuaca di wilayah perairan NTT yang berlaku selama tiga hari (24-26 Mei).

Syaeful menyebutkan, sejumlah titik perairan yang berpeluang dilanda gelombang tinggi yaitu Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, perairan selatan Kupang-Rote, dan Samudera Hindia selatan Kupang-Rote.

Gelombang laut dengan potensi ketinggian hingga 4 meter perlu diwaspadai karena beresiko tinggi terhadap kapal feri, termasuk kapal nelayan maupun kapal tongkang.

Lebih lanjut, ia mengatakan terdapat satu titik perairan yang berpeluang dilanda gelombang sangat tinggi (4-5 meter) yaitu di Samudera Hindia selatan Sumba-Sabu yang beresiko tinggi terhadap pelayaran kapal kargo.

BACA JUGA:Waspada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia 

Sementara itu, kondisi hasil analisis kondisi sinoptik menunjukkan, umumnya angin bertiup dari arah Timur Laut ke Tenggara dengan kecepatan 2-5 Skala Beaufort.

Pihaknya mengimbau para nelayan maupun operator kapal agar menghindari wilayah laut yang berpeluang dilanda gelombang tinggi demi keselamatan pelayaran.

Selain itu, terus memantau kondisi cuaca di perairan dari BMKG untuk menentukan rencana pelayaran yang aman dan lancar, demikian Syaeful Hadi .

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini