Share

Pelaku Penembakan di SD Texas Sempat Jadi Korban Bully, Dihina Karena Keluarganya Miskin

Natalia Bulan, Okezone · Rabu 25 Mei 2022 13:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 25 18 2600031 pelaku-penembakan-di-sd-texas-sempat-jadi-korban-bully-dihina-karena-keluarganya-miskin-qwaEOFlW1B.jpg Pelaku penembakan di SD Texas/Instagram/@salv8dor

TEXAS - Seorang mantan teman sekelas pelaku penembakan massal di SD Texas, mengatakan Salvador Ramos, sang pelaku adalah korban perundungan di sekolah lantaran pakaian yang digunakan dan keluarganya miskin.

Mantan teman sekelas yang tidak disebutkan namanya ini mengatakan kepada CNN bahwa Ramos (18) dan dirinya cukup dekat dan terbiasa bermain Xbox bersama.

Dikutip dari Daily Mail, ia mengatakan bahwa Ramos mulai jarang muncul di kelas karena anak-anak lain menggertaknya tentang pakaian yang digunakan dan situasi keuangan keluarganya.

"Dia seperti, tidak pergi ke sekolah, dan dia seperti perlahan-lahan putus sekolah. Dia hampir tidak datang ke sekolah," kata mantan teman sekelasnya itu.

Setelah mereka lulus dari sekolah menengah, mereka menjadi jauh satu sama lain, tetapi kadang-kadang saling mengirim pesan di Xbox.

Diketahui Ramos mendapatkan pekerjaan di Wendy's setempat dan dia dikenal sebagai sosok yang pendiam dan antisosial.

Bahkan, empat hari sebelum penembakan yang terjadi Selasa (24/5/2022) waktu setempat, Ramos dilaporkan mengirimi temannya foto senjata berupa AR dan tas ransel berisi peluru.

Temannya tersebut kemudian menanyakan mengapa ia memiliki barang-barang seperti itu dan dijawab dengan tenang oleh Ramos.

Ramos yang berasal dari North Dakota ini baru saja pindah ke Texas, dia dilaporkan membeli dua senapan pada hari ulang tahunnya ke-18 beberapa hari yang lalu.

Di bawah undang-undang baru Texas yang disahkan pada bulan September, mereka yang berusia 18-21 tahun dapat membeli senjata jika mereka memiliki perintah perlindungan, karena mereka berisiko mengalami kekerasan dalam keluarga, penguntitan, prostitusi, atau perdagangan seks.

Undang-undang juga menghapus persyaratan izin untuk pistol. Senapan sudah diizinkan di Texas tanpa lisensi.

Ramos juga mengatakan kepada temannya bahwa dia 'terlihat sangat berbeda sekarang.'

"Anda tidak akan mengenali saya," pesannya kurang dari seminggu yang lalu.

Media sosial Ramos penuh dengan foto senjata barunya, yang dia beli pada ulang tahunnya yang ke-18, kata senator negara bagian Roland Gutierrez.

Ramos juga mengirim pesan kepada seorang wanita yang berbasis di Los Angeles pada 12 Mei di Instagram, menandai dia di foto senjata.

"Kamu akan mengunggah ulang foto senjataku," @sal8dor_ mengirim pesan langsung kepadanya.

'apa yang senjatamu harus lakukan dengan saya,' jawabnya pada hari Jumat.

"Hanya ingin menandaimu," katanya kembali.

Kemudian pada pukul 05:43 pagi pada hari Selasa, @salv8dor_ mengirim pesan kepadanya dan berkata: 'Saya akan melakukannya'.

Gadis itu bertanya 'tentang apa' yang dia jawab: 'Aku akan memberitahumu sebelum 11'.

Dia bilang dia akan mengirim SMS padanya dalam satu jam dan mendesaknya untuk merespons.

'Aku punya sedikit rahasia yang ingin kuberitahukan padamu,' pesannya dengan emoji wajah tersenyum menutupi mulutnya.

'Bersyukurlah aku menandaimu,' tulisnya.

Dia menjawab: 'Tidak, itu hanya menakutkan,' menambahkan: 'Saya hampir tidak mengenalmu dan kamu menandai saya di foto dengan beberapa senjata?'

Pesan terakhirnya pada pukul 09.16 dan penembakan terjadi sekitar 11.32 waktu setempat.

Wanita itu bereaksi dengan ngeri ketika dia mengetahui apa yang telah dia lakukan.

"Dia orang asing, saya tidak tahu apa-apa tentang dia, dia memutuskan untuk menandai saya di tiang senjatanya," tulisnya.

"Saya sangat sedih untuk para korban dan keluarga mereka, saya benar-benar tidak tahu harus berkata apa."

Dia kemudian menambahkan:

"Satu-satunya alasan saya menanggapinya adalah karena saya takut padanya, saya berharap saya tetap terjaga untuk setidaknya mencoba meyakinkannya untuk tidak melakukan kejahatannya. Saya tidak tahu"

Adrian Mendes, Manajer di Wendy's mengatakan bahwa Ramos adalah tipe orang yang suka menyendiri.

"Dia seperti tipe pendiam, orang yang tidak banyak bicara. Dia tidak terlalu bersosialisasi dengan karyawan lain," kata Mendes.

"Dia baru saja bekerja, digaji, dan masuk untuk mengambil ceknya," tambahnya.

Mendes mengatakan bahwa dia tidak mengenal Ramos dengan baik dan tidak sering bertemu dengannya karena berada di shift kerja yang berbeda.

Ramos bekerja dari jam 11 pagi sampai jam 4 sore atau jam 5 sore, lima hari seminggu.

Ramos ditembak dan dibunuh oleh penegak hukum di Robb Elementary School di Uvalde, Texas, setelah dia membunuh 21 orang.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini