Share

Pelaku Aborsi Beli Obat Penggugur Kandungan Secara Online

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Rabu 25 Mei 2022 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 25 608 2600124 pelaku-aborsi-beli-obat-penggugur-kandungan-secara-online-Ltwe7Gz93D.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

MEDAN - Mendapatkan obat penggugur kandungan untuk tindakan aborsi ternyata semakin mudah. Kini obat-obatan yang seharusnya tidak diperjualbelikan secara bebas itu bisa didapatkan di situs jual beli online.

Setidaknya itu yang terjadi pada pasangan kekasih R (22) dan N (20) di Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang, Sumatera Utara. N yang hamil 7 bulan setelah lebih dari 10 kali berhubungan badan dengan tersangka R, melakukan tindakan aborsi dengan meminum obat penggugur kandungan yang mereka beli dari situs jual beli online.

"Iya obat pengugurnya dibeli dari situs jual beli online. Kemudian diminum tersangka N sebanyak 2 butir setiap 2 jam hingga obatnya habis dan tersangka melahirkan," kata Kapolsek Percut Seituan, Kompol Agustiawan, Rabu (25/5/2022).

Dalam mengkonsumsi obat penggugur kandungan itu, sambung Agustiawan, pasangan kekasih pelaku tindakan aborsi itu tidak didampingi tenaga medis maupun pengetahuan medis yang cukup. Hingga akhirnya tersangka N mengalami perdarahan usai melahirkan dan harus dilarikan ke rumah sakit.

"Setelah sehari mengkonsumsi obat itu, tersangka melahirkan. Namun setelah itu tersangka mengalami perdarahan dan dibawa oleh tersangka R ke klinik yang kemudian dirujuk ke rumah sakit. Saat ini tersangka N masih menjalani perawatan di bawah pengawasan anggota kita. Sedangkan tersangka R sudah kita tahan," tukasnya.

Mudahnya mendapatkan obat untuk melakukan tindakan aborsi disesalkan oleh Nanda Sari, penggiat perlindungan perempuan dan anak di Kota Medan. Menurutnya, mudahnya mendapatkan obat yang harusnya dijual dengan sangat terbatas itu, menjadi bukti lemahnya pengawasan akan peredaran obat di Indonesia.

"Utamanya di platform jual beli online. Sudah saatnya pemerintah proaktif mengatur platform ini. Jangan hanya menunggu laporan," tukasnya.

Nanda pun berharap Polisi dapat mengusut tuntas kasus itu. Termasuk mengejar penjual dan pemasok obat penggugur kandungan untuk aborsi tersebut.

"Jangan berhenti di sini. Penjual dan pemasoknya harus dikejar. Jangan nanti karena mudahnya mendapatkan obat penggugur, kegiatan aborsi makin masif dan seks bebas makin meraja lela. Karena kalau seperti itu, yang paling dirugikan pasti perempuan," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini