Hal itu adalah saat-saat menyenangkan baginya. Kendati, rakyat segera mengenalinya apabila mendengar suaranya. Seperti pada suatu malam Bung Karno pergi ke Senen, di sekitar gudang kereta api, dengan seorang Komisaris Polisi.
Bung Karno berputar-putar di tengah-tengah rakyat dan tak seorang pun memperhatikan mereka. Hingga akhirnya, untuk sekadar berbicara Bung Karno bertanya kepada seorang laki-laki, dari mana diambil batubata ini dan bahan konstruksi yang sudah dipanjangkan ini ?"
Sebelum ia dapat memberikan jawaban, terdengar teriakan, Hee," teriak suara perempuan, Itu suara Bapak Ya suara Elapak Hee, orang-orang, ini Bapak Bapak.
Dalam beberapa detik ratusan kemudian ribuan rakyat datang berlari-lari dari segala penjuru. Dengan cepat Komisaris itu membawa Bung Karno keluar dari situ, masuk mobil dan menghilang.
Bagi Bung Karno, bila dilihat secara keseluruhan maka jabatan Presiden tak ubahnya seperti suatu pengasingan yang terpencil.
Kisah ini disadur dari Buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adams
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.