Share

Penembakan di SD Texas, Suami dari Guru Korban Tembakan Meninggal Akibat Terlalu Berduka

Agregasi BBC Indonesia, · Sabtu 28 Mei 2022 17:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 28 18 2601825 penembakan-di-sd-texas-suami-dari-guru-korban-tembakan-meninggal-akibat-terlalu-berduka-CvSEoINFnJ.jpg Irma Garcia dan Joe Garcia/BBC

TEXAS - Suami seorang guru yang tewas dalam tragedi penembakan massal di sebuah SD di Texas, Amerika Serikat pada hari Selasa lalu, dilaporkan meninggal dunia karena serangan jantung, berselang dua hari setelah insiden tersebut.

Joe Garcia adalah suami Irma Garcia yang sudah mengajar di SD Robb, Kota Uvelde selama 23 tahun.

Irma adalah satu dari dua guru yang tewas di tangan pelaku penembakan. Diketahui, total jumlah korban yang tewas mencapai 21 orang, 19 di antaranya adalah anak-anak.

Joe dan Irma, sudah menikah selama 24 tahun dan memiliki empat orang anak.


Di Twitter, John Martinez selaku sepupu Irma mengatakan bahwa Joe "meninggal dunia karena duka" yang dialaminya setelah kepergian sang istri.

Media setempat melaporkan Joe meninggal dunia akibat serangan jantung mematikan.

Pasangan suami istri itu meninggalkan empat anak, dua laki-laki dan dua perempuan. Rentang usia mereka 12 sampai 23 tahun.

Setelah penembakan mematikan di Uvalde, Martinez mengatakan kepada New York Times bahwa Irma Garcia ditemukan oleh petugas, sedang memeluk anak-anak sampai mengembuskan napas terakhirnya.

"Dia mengorbankan dirinya melindungi anak-anak di kelasnya," tulis Martinez di laman situs penggalangan dana. "Dia adalah seorang pahlawan".

Irma Garcia dan Eva Mireles yang tewas dalam penembakan itu, sudah menjadi rekan kerja selama lima tahun. Jika durasi karier mereka digabungkan, keduanya telah mengabdi sebagai guru selama 40 tahun.

Berita meninggalnya Joe Garcia muncul di tengah meningkatnya seruan reformasi senjata di AS.

Sebelumnya pada Kamis (26/5/2022), kelompok aktivis mendemo parlemen di dekat Gedung Capitol, Washington DC, mendesak peningkatan pengendalian senjata.

"Ini adalah pilihan. Ini bukannya tidak bisa dihindari. Ini bukannya tidak bisa diubah," kata Senator Chris Murphy, seorang anggota Partai Demokrat dari Connecticut.

"Negara kita adalah negara satu-satunya di dunia, yang ketika anak-anaknya pergi ke sekolah mereka berpikir apakah mereka akan bertahan hidup," tambahnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini