Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Otak Manusia Lebih Besar 3.000 Tahun yang Lalu, Mengapa Menyusut?

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Senin, 30 Mei 2022 |15:56 WIB
Otak Manusia Lebih Besar 3.000 Tahun yang Lalu, Mengapa Menyusut?
Otak manusia (Foto: Science Photo Library)
A
A
A

Tetapi apakah otak yang lebih kecil berarti, sebagai individu, manusia menjadi kurang cerdas?

Tidak juga, kecuali Anda bicara tentang perbedaan subtil dalam populasi besar. Pada 2018, sekelompok peneliti menganalisis data dari UK Biobank, basis data biomedis raksasa yang menyimpan, antara lain, hasil pindaian otak dan tes IQ untuk ribuan orang.

Salah satu peneliti dalam studi tersebut, Philipp Koellinger, pakar genetik perilaku di Vrije Universiteit Amsterdam, Belanda mengatakan basis data itu menyimpan data dari 13.600 orang, sampel yang lebih besar dari semua studi tentang ukuran otak dan IQ yang pernah dilakukan.

Studi tersebut menemukan bahwa otak yang besar, rata-rata, berkaitan dengan hasil yang sedikit lebih baik dalam tes IQ namun, yang paling penting, kaitannya non-deterministik.

Itu berarti bahwa ada beberapa orang yang mendapatkan hasil sangat baik dalam tes meskipun memiliki otak yang relatif kecil, dan sebaliknya.

"Benar-benar tidak ada hubungan yang cukup kuat. Variasinya sangat tinggi,” terangnya.

Hal itu penting sebagian karena orang-orang secara historis telah berusaha mengkategorikan individu berdasarkan hal-hal seperti ukuran atau bentuk kepala mereka.

"Ada sejarah yang sangat buruk di dunia Barat, gerakan eugenik dan hal-hal lainnya yang berdasarkan gagasan tentang biodeterminisme," ujarnya.

"Korelasi yang kami laporkan tidak mengindikasikan adanya biodeterminisme dalam bentuk apapun,” lanjutnya.

Karena hasil pindaian otak juga mengungkap informasi tertentu tentang struktur otak manusia, tidak hanya ukurannya, studi tersebut juga dapat mendeteksi sesuatu yang lain. Para peneliti menemukan hubungan antara volume materi abu (grey matter) - lapisan terluar otak yang memiliki paling banyak neuron - dan performa dalam tes IQ.

Bahkan, perbedaan struktur seperti itu mungkin lebih berarti dalam menentukan kemampuan kognitif seseorang secara umum daripada sekadar ukuran otak.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement