"Gila kalau kita berpikir volume saja bisa menjelaskan seluruh perbedaan," kata Simon Cox, yang mempelajari penuaan otak di Universitas Edinburgh. Itu mungkin salah satu faktor yang paling tidak penting, ia menambahkan.
Ini masuk akal kalau Ansa pikir-pikir. Otak laki-laki secara umum 11% lebih besar dari otak perempuan karena badan mereka lebih besar. Namun banyak studi menemukan bahwa, rata-rata, perempuan unggul dalam sebagian kemampuan kognitif, sedangkan laki-laki unggul dalam sebagian yang lain.
Cox menerangkan bahwa penelitian lain yang pernah ia ikuti menunjukkan bagaimana otak perempuan mungkin mengompensasi ukurannya yang lebih kecil melalui perbedaan struktur. Misalnya, perempuan, rata-rata, korteks yang lebih tebal (lapisan yang mengandung materi abu).
Ada banyak fitur dan aspek otak yang tampaknya memengaruhi kemampuan kognitif. Contoh lainnya ialah myelinasi. Ini merujuk pada lapisan material yang menyelimuti akson, "kabel" panjang dan tipis yang memungkinkan neuron terhubung dengan sel-sel lain dan membentuk jaringan syaraf.
Ketika orang bertambah tua, myelin mereka semakin rusak, mengurangi efisiensi otak. Perubahan ini dapat dideteksi dengan mempelajari seberapa mudah air menyebar di jaringan otak. Bila myelin berkurang, air akan mengalir lebih mudah. Ini menandakan penurunan kemampuan kognitif.
Cox mengatakan otak tetap "luar biasa kompleks", dan sulit untuk mengetahui tepatnya apa dampak perbedaan struktural suatu otak pada kecerdasan individu. Juga patut ditekankan bahwa beberapa orang hanya punya sebagian otak, karena kecelakaan atau kelainan dalam perkembangan, namun tampaknya tidak terpengaruh.
"Ada banyak hal dalam hidup daripada memiliki skor umum kemampuan kognitif yang lebih tinggi, atau IQ yang lebih tinggi,” terangnya.
Sebagai contoh, seorang laki-laki di Prancis yang pernah menjalani karier yang sukses sebagai pegawai negeri kehilangan 90% otaknya. Meski begitu,ia mendapat skor IQ 75 dan IQ verbal 84 - hanya sedikit di bawah rata-rata Prancis yaitu 97.