Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Otak Manusia Lebih Besar 3.000 Tahun yang Lalu, Mengapa Menyusut?

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Senin, 30 Mei 2022 |15:56 WIB
Otak Manusia Lebih Besar 3.000 Tahun yang Lalu, Mengapa Menyusut?
Otak manusia (Foto: Science Photo Library)
A
A
A

Namun pengecualian tidak bisa dianggap mewakili seluruhnya. Pada akhirnya, berbagai studi menunjukkan kaitan yang secara statistik signifikan, meski subtil, antara volume dan struktur otak dengan kecerdasan.

Semua ini menjadi semakin menarik ketika Anda mempertimbangkan perbedaan otak di kerajaan hewan. Kita telah mengeksplorasi satu perbandingan, antara otak manusia dan semut, tapi bagaimana dengan spesies lain? Apa yang mendorong evolusi otak menjadi besar - atau kecil?

Amy Balanoff, yang mempelajari evolusi otak di John Hopkins University di Baltimore, Maryland, mengatakan jaringan otak membutuhkan banyak energi untuk pertumbuhan dan perawatannya, sehingga suatu spesies kemungkinan besar tidak akan mengembangkan otak besar melalui evolusi kecuali ia benar-benar membutuhkannya.

Bayangkan spesies parasit yang menggantungkan hidupnya pada lingkungan dan sumber daya yang lebih stabil, kata Balanoff. Lamprey (sejenis ikan tak berahang), misalnya, memiliki otak yang sangat kecil, panjangnya hanya beberapa milimeter.

"Mereka tidak benar-benar perlu menghabiskan energi ekstra untuk jaringan syaraf yang secara metabolis mahal," terangnya.

Beberapa hewan juga tampaknya mengembangkan otak yang lebih besar, relatif ukuran tubuh mereka, seiring waktu - namun otak mereka belum benar-benar berubah, tubuh mereka hanya menjadi semakin kecil. Balanoff menjelaskan ini berlaku pada spesies burung.

Kemudian ada hewan yang tampaknya telah mengembangkan wilayah otak yang terspesialisasi, yang membuat otak mereka lebih besar secara keseluruhan dibandingkan spesies yang serupa. Misalnya, ikan mormyrid, yang memiliki otak cukup besar dibandingkan ukuran tubuh mereka - proporsinya sama dengan manusia, bahkan. Ikan ini menggunakan aliran listrik untuk berkomunikasi dengan satu sama lain dan mendeteksi mangsa.

Pada 2018, para ilmuwan menemukan bahwa satu bagian otak mereka, cerebellum, lebih besar dari bagian lainnya. Tidak ada yang tahu pasti mengapa namun para peneliti dalam studi tersebut berspekulasi bahwa hal itu dapat membantu ikan tersebut memproses informasi elektro-sensorik.

Pada manusia, satu wilayah otak yang membuat kita unik adalah neokorteks, yang terlibat dalam fungsi kognitif tingkat tinggi - pikiran sadar, pemrosesan bahasa, dan sebagainya. Kita tak diragukan lagi bergantung pada hal-hal ini dan karena itu masuk akal bila otak kita menyesuaikan dengan kebutuhan kita.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement