Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kanada Umumkan Undang-Undang Larang Penjualan Senjata Api

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 31 Mei 2022 |11:23 WIB
Kanada Umumkan Undang-Undang Larang Penjualan Senjata Api
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau berbicara terkait undang-undang pembekuan penjualan dan pembelian senjata api yang diajukan ke parlemen, Ontario, Kanada, 30 Mei 2022. (Foto: Reuters)
A
A
A

OTTAWA - Pemerintah Kanada pada Senin (30/5/2022) memperkenalkan undang-undang untuk menerapkan "pembekuan nasional" pada penjualan dan pembelian senjata api sebagai bagian dari paket pengendalian senjata di negara itu. Pemerintah juga akan membatasi kapasitas magasin senjata api dan melarang beberapa mainan yang terlihat seperti senjata api.

BACA JUGA: 21 Korban Penembakan Massal di SD Texas Ditembak Mati di Satu Ruang Kelas 

Undang-undang baru itu muncul hanya seminggu setelah seorang pria bersenjata membunuh 19 anak dan dua guru di ruang kelas mereka di Uvalde, Texas, Amerika Serikat (AS). 

Perdana Menteri Justin Trudeau mengatakan kepada wartawan bahwa langkah-langkah baru diperlukan karena kekerasan senjata meningkat.

"Kita hanya perlu melihat ke selatan perbatasan untuk mengetahui bahwa jika kita tidak mengambil tindakan tegas dan cepat, itu akan semakin buruk dan semakin sulit untuk dilawan," katanya sebagaimana dilansir Reuters.

Pembekuan senjata api itu akan berisi pengecualian, termasuk untuk penembak olahraga elit, atlet Olimpiade, dan penjaga keamanan. Orang Kanada yang sudah memiliki senjata api akan diizinkan untuk menyimpannya.

Kanada memiliki undang-undang senjata yang lebih kuat daripada Amerika Serikat tetapi sementara tingkat pembunuhan senjatanya kurang dari seperlima tingkat AS, itu lebih tinggi daripada negara-negara kaya lainnya dan telah meningkat. Pada 2020 angka itu lima kali lipat dari tingkat pembunuhan senjata api di Australia.

Angka pada 2020 dan 2017 adalah yag tertunggi di Kanada setidaknya sejak 1997, menurut statistik.

Kanada melarang penjualan dan penggunaan sekira 1.500 model senjata serbu, seperti senapan AR-15, dua tahun lalu setelah penembakan massal di Portapique, Nova Scotia, sebuah langkah yang menurut beberapa pemilik senjata api mereka perjuangkan di pengadilan.

Berbicara bersama Trudeau, Menteri Keamanan Publik Marco Mendicino mengkonfirmasi "peluncuran fase awal yang sudah dekat" dari sebuah program untuk membeli kembali dan memberi kompensasi kepada pemilik senjata semacam itu.

Undang-undang yang direncanakan akan mencegah siapa pun yang berada di bawah perintah perlindungan atau yang telah terlibat dalam kekerasan dalam rumah tangga atau menguntit untuk mendapatkan atau menyimpan lisensi senjata api.

Ini juga akan membutuhkan magasin senjata panjang untuk diubah secara permanen sehingga mereka tidak akan pernah bisa menyimpan lebih dari lima peluru dan akan melarang penjualan dan transfer magasin berkapasitas besar.

Undang-undang baru juga akan melarang beberapa mainan yang terlihat seperti senjata asli, seperti senapan airsoft. Pekan lalu polisi Toronto menembak dan membunuh seorang pria yang membawa pistol pelet.

"Karena mereka terlihat sama seperti senjata api asli, polisi harus memperlakukannya seolah-olah itu asli. Hal ini menyebabkan konsekuensi yang tragis," kata Menteri Kehakiman David Lametti kepada wartawan.

Tom Stamatakis, presiden Asosiasi Polisi Kanada, menyambut baik beberapa langkah, seperti ketentuan "bendera merah" dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga, dan mengatakan dia ingin informasi lebih lanjut tentang penegakan dan sumber daya untuk tindakan seperti pembekuan senjata api.

Dia sepenuhnya mendukung tindakan keras terhadap senjata palsu, yang menurutnya merupakan "tantangan besar."

"Anda tidak dapat membedakan antara apa itu senjata api replika dan senjata api sungguhan, terutama ketika insiden yang melibatkan senjata api replika ini sering terjadi dalam keadaan yang sangat dinamis dan berkembang pesat."

Rod Giltaca, kepala Koalisi Kanada untuk Hak Senjata Api, mengatakan pembekuan pistol itu "tidak masuk akal."

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement