Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kala Hati Bung Karno Remuk Redam Melihat Nasib Romusa di Banten

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 01 Juni 2022 |22:00 WIB
Kala Hati Bung Karno Remuk Redam Melihat Nasib Romusa di Banten
Bung Karno (Foto : Istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Jalan panjang perjuangan bangsa Indonesia merebut kemerdekaan tak hanya melalui perang yang mengorbankan darah, nyawa, dan air mata.

Sejarah mencatat bangsa Indonesia juga pernah meraskan menjadi korban kerja paksa yang dikenal sebagai romusa.

Dalam biografi Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang ditulis Cindy Adams, Soekarno mengakui dengan hati remuk redam tentang romusa.

Ribuan bahkan ratusan ribu nyawa rakyat Indonesia yang begitu mencintai Bung Karno, mati dengan cara mengenaskan akibat sistem kerja paksa yang kejam zaman pendudukan Jepang.

Ironis, karena justru Bung Karno yang ditugasi Jepang mendata dan merayu rakyatnya memasuki ranah kerja paksa yang mengerikan itu.

Baca juga: LaNyalla: Serambi Bung Karno, Bukti Pancasila Wadah yang Utuh

Bung Karno menangis dalam hati. Bung Karno tahu para romusa yang dikirim ke Burma, hampir 99 persen mati. Ada yang mati kelaparan, mati disiksa, mati dipenggal kepalanya, mati di dalam gerbong kereta tertutup yang berisi ribuan romusha. Mereka dipaksa bekerja hingga tinggal kulit pembalut tulang.

Baca juga: Daftar Menteri Pendidikan di Era Presiden Soekarno, Ki Hadjar Dewantara yang Pertama Kali Menjabat!

Inilah pernyataan Bung Karno tentang romusa.

“Sesungguhnya akulah Sukarnoyang mengirim mereka kerja paksa. Ya, akulah orangnya. Aku menyuruh mereka berlayar menuju kematian. Ya, ya, ya, ya akulah orangnya. Aku membuat pernyataan untuk menyokong pengerahan romusha. Aku bergambar dekat Bogor dengan topi di kepala dan cangkul di tangan untuk menunjukkan betapa mudah dan enaknya menjadi seorang romusha."

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement