Share

Kecanduan Judi Online dan Sabu, Pelaku Nekat Bobol 13 Rumah Warga

Azhari Sultan, Okezone · Rabu 01 Juni 2022 21:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 01 340 2603918 kecanduan-judi-online-dan-sabu-pelaku-nekat-bobol-13-rumah-warga-FrieHvxvCb.jpg Seorang pelaku pembobolan rumah nekat beraksi karena kecanduan sabu dan judi online. (Azhari Sultan)

JAMBI - Satreskrim Polresta Jambi mengembangkan kasus pencurian rumah di 13 lokasi di Kota Jambi. Midun warga Jelutung ini mengaku nekat melakukan aksinya lantaran kecanduan judi online atau main slot dan narkotika jenis sabu.

Kepada petugas dan media, Midun mengaku hasil curiannya tersebut digunakan untuk membeli sabu dan deposit untuk bermain judi online.

"Ya, saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, beli narkoba sama main judi online slot," ucap Midun, Rabu (1/6/2022).

Selain itu, dia mengaku kecanduan judi online ini dalam waktu beberapa bulan terakhir. Namun, ia kerap kalah saat bermain.

"Kalau judi baru-baru inilah. Tapi kebanyakan kalahnya pas main," ujarnya.

Namun, dia juga meminta masyarakat yang tengah bermain judi online atau judi lainnya segera berhenti.

"Berhentilah main judi slot. Nanti terbuang badan kita," sebut Midun.

Kasatreskrim Polresta Jambi, Kompol Afrito Marboro Macan, mengatakan aksi Midun memang sudah sangat meresahkan warga selama ini.

"Pelaku menjalankan aksinya sudah sejak beberapa bulan ini, yang diincarnya mulai dari rumah kosong hingga berpenghuni," ujarnya, Rabu (1/6/2022).

Tidak tanggung-tanggung, dari pemeriksaan petugas, pelaku sudah beraksi sebanyak 13 kali diberbagai tempat

 BACA JUGA:13 Kali Bobol Rumah, Residivis Ditangkap di Jambi

"Midun ini sudah beraksi di 13 TKP. Pas TKP ke 13, Midun berhasil diringkus. Di antara TKP-nya, tiga kali di kawasan Jelutung, empat kali di Kotabaru, tiga kali di Telanaipura, dua di Mendalo dan di kawasan Pasar Jambi," ucapnya.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Tidak hanya pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, seperti laptop, TV 43 inci, handphone, hingga mesin cuci.

Dari data kerugian, bisa ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. "Bila dihitung, total kerugian ditaksir hingga ratusan juta, pasalnya dari 2 TKP hasil pemeriksaan sementara kerugiannya saja sudah belasan juta," jelas Afrito.

Akibat perbuatannya, pelaku harus mendekam di sel tahanan. Selain itu, petugas masih terus melakukan pengembangan lebih lanjut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini