Kejujuran dan integritas sangat dihargai orang Jerman
“Kalau kita sudah percaya kepada orang Jerman, dan mereka sudah melihat kejujuran kita. Mereka akan mengobankan lebih banyak lagi.” Demikian dikatakan Maston, dan dia memang punya pengalaman khusus yang mendasari pandangannya itu.
Dia bercerita, bahwa dia kenal sebuah keluarga Jerman ketika berkuliah dulu di Bremerhaven.
Karena keluarga itu juga merasa sudah mengenal kejujuran dan integritasnya, maka keluarga itu bersedia menandatangani surat bagi Maston di Ausänderbehörde [kantor urusan orang asing], yang memberikan Verflichtungserklärung, yaitu surat jaminan, hingga dia selesai berkuliah.
“Itu tidak mudah diperoleh dari orang Jerman,” kata Maston.
Dia juga tidak menyangka bahwa mereka akan berbaik hati sampai sejauh itu, karena kesedian menjamin bisa saja hanya untuk beberapa bulan, atau dua tahun saja.
Karena kalau terjadi apa-apa terhadap dirinya atau kalau terjadi kecurangan, maka keluarga itulah yang harus menanggung.
“Itu salah satu contohnya, orang Jerman akan mengapresiasi kejujuran kita, selama kita juga respek sama mereka, gitu.”
Maston bercerita pula, pengalaman berharga lain, adalah di bidang akademis. Dia bercerita, menurut pengalamannya dulu di Indonesia, jika orang menulis tesis atau melakukan magang.
“Datanya ga transparan gitu.” Jadi data tidak akurat. Sedangkan di Jerman, seperti apapun datanya, itulah yang harus dituliskan.
Dan yang dibahas selanjutnya adalah, mengapa data yang dihasilkan seperti itu. Maston menjelaskan lagi, “Kita mungkin menginginkan hasil A, atau A plus B. Kalau misalnya dapatnya C, ya tulis C. Ga boleh diganggugugat. Dan yang nanti jadi pekerjaan kita, menjelaskan kenapa C, begitu.” Ia menambahkan, “Bahkan catatan pribadi (Notizen) sewaktu memulai tesis itu adalah milik projek, tidak boleh dibawa pulang.“
Dalam hal pekerjaan, integritas juga penting. Dia menjelaskan, tugasnya di perusahaan adalah menganalisis DNA atau gen yang dipesan klien.
“Kalau misalnya ada satu saja mutasi di dalam sekuensnya, yang kemungkinan tidak diketahui juga oleh klien itu, kami tetap harus bertanya, ‘Kami mendapat untaian seperti ini, dan terjadi mutasi di sini. Apakah Anda menginginkan ini? Atau tidak.’” Itu harus dikomunikasikan, begitu ditambahkan Maston.
Walaupun itu bisa saja dikirimkan, dan kemungkinan klien tidak tahu-menahu akan hal itu, mereka harus jujur.
“Kalau terjadi kesalahan, kami harus mengambil tindakan untuk mengulanginya.”