Share

Air Sungai Cimeta Berwarna Merah Darah Diduga Tercemar, DLH: Tidak Ada Dampak Negatif

Adi Haryanto, Koran SI · Kamis 02 Juni 2022 11:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 02 525 2604146 air-sungai-cimeta-berwarna-merah-darah-diduga-tercemar-dlh-tidak-ada-dampak-negatif-Pq5QlnaU7X.jpg Air sungai berwarna merah darah. (Foto: Dok MPI)

BANDUNG BARAT - Peristiwa air Sungai Cimeta berwarna merah darah yang diduga tercemar limbah pewarna membuat masyarakat di sepanjang bantaran sungai resah. Pasalnya ada kekhawatiran hal itu berdampak kepada area persawahan dan matinya ikan karena keracunan air dari sungai tersebut.

Guna memastikan hal tersebut, petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah melakukan susur Sungai Cimeta sepanjang 6 kilometer. Yakni dari titik awal lokasi pembuangan limbah hingga pertemuan Sungai Cimeta dan Sungai Cikubang.

"Sejauh ini tidak ada laporan adanya lahan pertanian atau perikanan warga yang terkena dampak negatif limbah air Sungai Cimeta pada Senin lalu," kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (P2KL), DLH KBB, Idad Saadudin, Kamis (2/6/2022).

Idad mengatakan, dari hasil susur sungai tersebut pihaknya memastikan jika tidak ada dampak negatif yang ditimbulkan. Bahkan dari hasil komunikasi langsung dengan warga, petugas UPT Pertanian, UPT Perikanan, Camat di tiga wilayah, hingga Puskesmas, semuanya tidak ada keluhan.

 Baca juga: Cemari Sungai, Wagub Uu Segel Pabrik Tepung Tapioka di Karawang

Memang ada imbas ke hilir, seperti beberapa kolam warga di wilayah Sarimukti, Cipatat, yang airnya berubah merah. Tapi kondisi itu tidak membuat ikan mati. Namun setelah hari berikutnya Sungai Cimeta normal, air ke wilayah hilir juga kembali normal, tidak ada kandungan warna merah.

"Limbah serbuk warna merah itu water base (mudah larut dalam air) dan tidak mengendap di dasar sungai, batuan, ataupun tanaman di sekitar DAS Cimeta," terangnya.

Namun dirinya belum bisa memastikan jenis unsur kimia dalam limbah pewarna tersebut karena masih harus menunggu hasil uji lab. Terlebih lagi di wilayah tersebut juga tidak terdapat industri tekstil ataupun di bagian daerah hulunya bukan kawasan industri.

"Nanti udah ada hasil uji lab, baru bisa diketahui secara pasti kandungannya apa dan apa imbasnya dalam jangka panjang," pungkasnya.

Seperti diketahui aliran Sungai Cimeta di wilayah Padalarang, KBB, berubah warna merah darah pada Senin (30/5/2022) sekitar pukul 07.00 WIB. Kondisi tersebut membuat geger warga sekitar sebab hal ini baru terjadi sepanjang tinggal di pinggir Sungai Cimeta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini